PagarAlam #8 ; Kota Hijau

True Story June 3rd, 2011

Semua orang, terutama orang-orang Indonesia, selalu kagum setiap kali ke singapore. Kagum dengan kerapian, kenyamanan dan kebersihannya. Namun, begitu mereka pulang ke Indonesia kenapa ya masih juga buang sampah sembarangan ? :P

Kemarin siang saya jalan bertiga dengan teman. Mereka berdua sibuk membicarakan Singapore yang bersih kinclong tanpa sampah, namun disela-sela cerita itu si teman tadi tanpa dosa membuang bungkus kacang kulit Garuda ke trotoar Read the rest of this entry »

PagarAlam #7 ; Sedikit Jalan Menuju PagarAlam

True Story May 27th, 2011

Judulnya sengaja saya buat “sedikit jalan ke Pagar Alam”, karena memang akses jalan kesini hanyalah via transportasi darat. Tidak ada jalur penerbangan maupun kereta api. Penerbangan komersil baru akan dilaunching pada tahun 2012 nanti, sementara kereta api memang tidak melewati kota ini. Walaupun Sum-Sel memiliki armada train, tetapi jalur ke Pagar Alam tidak disediakan. Mungkin karena kontur wilayahnya yang bergunung-gunung maka sulit untuk dibuat jalur rel.

Praktis kendaraan Read the rest of this entry »

PagarAlam #6 ; Dew Waterfall

True Story May 24th, 2011

True story Pagaralam series kali ini saya lengkapi dengan foto supaya lebih memuaskan. Jengah juga membaca beberapa komentar yang protes minta disertakan foto. hehehe. Oke lah, kebetulan karena minggu kemarin saya kedatangan seorang tamu yang memang sengaja berlibur untuk refreshing, jadilah saya mengajak pasukan untuk piknik sambil berakhir pekan menikmati Pagar Alam.

Kota Pagar Alam memang dikenal sebagai Read the rest of this entry »

Pagaralam #5 : Kosakata Besemah

True Story May 21st, 2011

Seperti yang saya dengar dari rekan-rekan kerja disini, Bapak Walikota mengharuskan menganjurkan agar semua PNS di lingkungan Pemkot Pagar Alam bisa berbicara menggunakan bahasa daerah, terlebih saat berkomunikasi dengan beliau. duww.. jadi bingung anak muda. Beradaptasi dengan bahasa adalah sesuatu yang sulit buat saya. 10 tahun stay di kampung halaman Ibu, Jogjakarta, tidak lantas membuat saya cakap berbahasa jawa. Padahal Read the rest of this entry »

PagarAlam #4 ; Kota Tanpa Traffic Light

True Story May 18th, 2011

Ada 2 hal yang tidak saya sukai saat melakukan perjalanan dalam kota. Yang pertama saat harus mengantri lama di pom bensin. dan yang kedua ketika berhenti lama di traffic light, terlebih lagi jika harus menunggu lampu merah sampai berkali-kali karena macet. Maka dari itu, sungguh sangat bergembira ria manakala saya baru menyadari bahwa kota yang saya tempati sekarang tidak memiliki traffic light. hurrayy…. *joget joget norman kamaru*

Read the rest of this entry »

Pagaralam #3 : one man one million tree

True Story May 12th, 2011

Kalau dikota lain sering men-slogan-kan one man one tree, maka disini slogan semacam itu hanya seperti upil alias nggak berlaku. Karena program dari Bapak Walikota Pagar Alam adalah 1 orang {minimal} menanam 100 pohon. itu udah harga mati ! Seperti yang baru saja saya dan rekan cpns lakukan beberapa waktu lalu, sebagai seorang cpns kami diwajibkan menanam 100 pohon per orang. Hitung saja berapa banyak pohon yang sudah kami persembahkan untuk alam di hari itu… (total cpns 258 orang).

Pohon yang ditanam boleh kita sendiri yang menentukan jenisnya. Pohon mahoni boleh, jati juga boleh banget. Kemarin pohon yang saya tanam adalah pohon bambang *andai ada pohon Joko, saya pasti pilih pohon joko :P
Read the rest of this entry »

Pagaralam #2 : Surganya Sayuran

True Story May 9th, 2011

akan banyak perempuan, terlebih Ibu-ibu bakal iri dengki membaca tulisan ini. hehehe…

Kota PagarAlam buat saya adalah Kota Sayuran. Buminya yang ijo royo royo dan udara yang super sejuk sangat pas dimanfaatkan untuk bercocok tanam. Maka rasanya tidak berlebihan jika saya menyebut Kota ini sebagaiĀ  surganya sayuran. Dua bulan semenjak tinggal disini saya selalu berusaha untuk belajar memasak sendiri *buka kartu* dan ya.. ternyata masak itu memang pekerjaan yang menyiksa batin menyenangkan. senangnya setengah mati saat bisa meracik bumbuĀ  ini dan itu *jiaahhh padahal setiap hari cuma tumis-tumisan doang :P , menanak nasi, menggoreng tempe, de-el-el. Bener ternyata yang dibilang farah quin, wanita belumlah lengkap tanpa Read the rest of this entry »