Buang Sesukamu

True Story June 14th, 2009

“tong sampahnya mana ya Pak ?”

Bertanya saya ke Petugas KA sambil membawa satu kantong asoy sampah bekas makanan yang basah.

“Nggak ada mbak. Buang aja sembarangan”

“… atau lempar aja keluar” lanjut si Bapak Petugas karena melihat saya yang masih juga mencari2 sela yang pas untuk buang sampah. (tentunya secara sembarangan tadi).

Yahh.. beginilah “indahnya” hidup di Indonesia. Sekalipun saat ini sedang berada di kereta kelas eksekutip, ternyata tak menjamin adanya pergeseran budaya. Untuk urusan buang sampah pun masih dengan slogan lama “Lempar keluar Jendela”. :P

*kantong asoy = kantong plastik yang biasa disebut kresek

Batal Bersenang-senang

True Story May 30th, 2009

Rencana saya berakhir pekan di Lampung batal. Keberangkatan kereta Palembang-Lampung ditiadakan akibat ada rel yang anjlok (29/05).

Kota Lampung merupakan “pintu masuk” ke Pulau Sumatera melalui perlintasan darat. Seharusnya bisa lebih maju pesat di banding daerah lain, tetapi kenapa Medan yang jauh justru yang lebih metropolis ya ?

Sama seperti kota Serang yang lokasinya deketan banget dengan Ibukota Jakarta. Tapi nyatanya pertumbuhan kota Serang jauh masih tertinggal. Menjelajahi perkampungan di Serang malah membuat saya merasa sedang tidak berada di Pulau Jawa :D