Brother
True Story August 5th, 2009
Walau makan susah, walau hidup susah, walau tuk senyum pun susah..
rasa syukur ini karna bersamamu juga susah dilupakan…
kita berangan-angan, merangkai masa depan, dibawah kering dahan dahan,
semua bahagia.. semua bahagia…
Kenangan saya bersamanya terlalu banyak. banyaaaakkkk banget. Saat ia sunat saya ngotot menemaninya ke Dokter dan mengintipnya dari celah jendela. Setiap sore ia bersama teman-temannya mancing saya selalu ikut. Ia pergi bermain bola saya rela menunggu dipinggir lapangan. Ia main perang-perangan pun saya dilibatkan walau sebagai anak bawang. Hingga kami sama-sama kuliah di Jogja pun ia tidak keberatan dengan keberadaan saya yang sering “ngekor” dalam semua aktivitas. dan dia adalah Read the rest of this entry »
About