acara Empat Mata nya Trans7 itu ada hubungannya ga ya dengan legenda si Mata Empat?
ada yang masih ingat tentang si Mata Empat? saya ceritakan ulang deh sedikit untuk sekedar kembali ke masa lalu. Bicara Legenda si Mata Empat nggak bisa kita pisahkan dengan legenda si Pahit Lidah. *sepertinya lebih ngetop si Pahit Lidah*. Ceritanya begini;
Alkisah di jaman itu *nggak tahu tahun berapa :D*, si Mata Empat dan si Pahit Lidah adalah ada dua jawara yang sangat disegani oleh lawan-lawannya. Karena saling penasaran dengan kesaktian masing-masing, si Pahit Lidah dan si Empat Mata memutuskan untuk menguji kesaktian mencari siapa yang paling sakti.
Bukan dengan cara berantem bertanding, melainkan dengan cara tidur menelungkup dibawah rumpun bunga aren. siapa yang mampu menghindari terjangan bunga aren maka dialah yang akan menjadi pemenang. si Empat Mata menjadi yang pertama menjalani ujian. Dia tidur menelungkup dibawah rumpun bunga aren, dan si Pahit Lidah yang bertugas memotong bunga aren. Bunga aren pun deras berjatuhan ke bawah, namun semua dapat dihindari oleh si Empat Mata.
Si Mata Empat dengan mudah menghindari bunga aren yang berat dan lebat yang terus menghujam kebawah. Ini dikarenakan si Mata Empat memiliki dua mata tambahan di bagian belakang kepalanya. sehingga bukan perkara sulit untuk dia menghindari bunga aren.
Tibalah giliran si Pahit Lidah yang menelungkup tidur di bawah gugusan bunga aren, dan bergantian si Mata Empat yang memanjat pohon dan memotong bunga aren. Gugusan bunga yang berat itupun menghujam tubuh si Pahit Lidah. Ia pun tewas.
Sekarang pemenang berada ditangan Si Mata Empat. Ia menjadi jawara yang paling sakti. Namun ia masih diliputi rasa penasaran. dibenaknya terus berfikir “benarkah si Pahit Lidah ini dijuluki begitu karena lidahnya pahit? “. atas rasa penasaran itu, si Mata Empat menyentuhkan jarinya ke mulut si Pahit Lidah sehingga mengenai liur si Pahit Lidah. Setelah itu si Mata Empat pun mengisap jarinya. Ternyata rasa penasarannya tadi telah membawa dia ke kematian. Ya, karena ternyata air liur si Pahit Lidah mengandung racun. Duo jawara ini pun mati dalam waktu yang hampir berbarengan.
gitu deh tadi sekilas legenda masyarakat. kalau ada yang mau berkunjung ke makam si Pahit Lidah dan si Mata Empat masih ada kok, lokasinya di Danau Ranau, Kabupaten OKU (Ogan Komering Ulu) Propinsi Sumatera Selatan.
nah, balik ke topik, apakah Empat Mata trans7 ada hubungannya dengan si Mata Empat?
*jangan-jangan Tukul Arwana juga punya dua mata dibagian belakang kepala seperti si Mata Empat? hihihi.. ngayal banget..