Festival Bunga PagarAlam - Karnaval Mobil Hias

Budaya February 11th, 2013

Memang tidak semegah Festival Bunga Pasadena. Tetapi untuk ukuran kota kecil, festival bunga nusantara yang dilaksanakan di tahun 2011 kemarin lumayan sukses dan menghibur mata. Jika terus ditingkatkan kualitasnya, bukan tidak mungkin menjadi agenda bergengsi yang bisa dilaksanakan rutin. Ditambah lagi visi kota PagarAlam untuk menjadi kota pariwisata, tentu agenda semacam ini penting dilakukan sebagai ajang promosi pariwisata.

Sebenarnya draft postingan ini sudah setahun lebih tersimpan di dashboard. Lupa terus mo publish dan baru keinget lagi sekarang. Festival bunga nusantara PagarAlam rencananya diadakan setiap 2 tahun sekali, tepatnya di setiap tahun ganjil. fyi, untuk tahun genap festival bunga nusantara dilaksanakan di kota Tomohon. Tetapi dari gosip terakhir yang sampai di telinga saya, festival ini tidak lagi dilaksanakan setelah dievaluasi impact-nya terhadap masyarakat. Kapan-kapan deh bakal tanya langsung ke dinas pariwisata.

Dalam perayaan festival bunga nusantara Pagar Alam Tahun 2011 kemarin, ada beberapa rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam satu bulan, antara lain :

  • Panen Bunga
  • Lomba Merangkai Bunga
  • Lomba Kuliner Besemah
  • Pemilihan Putri Bunga
  • Karnaval mobil hias

Dari rangkaian kegiatan tersebut, hanya pemilihan putri bunga yang tidak sempat saya liput. Bukan apa, Read the rest of this entry »

Sampah Liar atau Manusianya Yang Liar

Budaya, True Story January 8th, 2013

Masih saja saya menemukan tulisan kasar yang dipajang ditempat-tempat umum seperti tulisan “babi dilarang parkir” yang pernah saya potret dan publish di blog. Seolah seperti sudah membudaya, kali ini giliran anjing yang kebagian pamor. Sudah lama saya ingin memotret fenomena ini, tetapi karena selalu saja lupa hingga berbulan lamanya dan baru sempat siang tadi sepulang kantor untuk mengambil gambarnya. Tulisannya mulai pudar terkena panas dan hujan. Butuh beberapa bulan lagi mungkin untuk membuat tulisan tersebut benar-benar tidak terbaca. Pengambilan gambarnya kurang pas karena diburu cuaca, itu kalimat lengkapnya adalah “ANJING YANG BUANG (sampah) DILUAR“. Tulisan tersebut ada di bagian depan kotak sampah besar seukuran 2×2×1 meter yang ada digerbang depan perumahan tempat saya tinggal sekarang. Read the rest of this entry »

Perubahan atau Mati

Budaya, True Story January 7th, 2013

Kehadiran sesuatu yang baru seringkali menjadi ancaman bagi kehidupan yang lain. Sebut saja kehadiran mall dan supermarket minimarket. Dari beberapa tahun lalu para pedagang-pedagang pasar tradisional sering mengeluhkan ketakutan mereka akan kehadiran mall. Begitu juga dengan warung-warung kecil yang merasa terancam dengan menjamurnya minimarket.

Namun toh seiring waktu pembangunan mall dan izin minimarket tetap saja tumbuh subur. Menurut saya pribadi, mall dan minimarket, selama jumlahnya dibatasi disesuaikan dengan kapasitas kebutuhan kota, tidaklah akan mengancam kehidupan pasar tradisional dan warung-warung kecil. Masing-masing mereka sudah memiliki segmen konsumen tersendiri. Jika mau ditulis secara kejam (maaf), orang yang memiliki tingkat ekonomi tinggi tidak bisa dipaksa untuk terus berbelanja di pasar yang becek dan kotor sementara ia tahu ada supermarket yang bersih dan nyaman yang menjual barang-barang yang sama sekalipun harga yang ditawarkan di supermarket lebih mahal. Begitu juga halnya dengan orang yang tingkat ekonominya rendah, ia akan tahu diri kemana ia harus berbelanja.

Seperti itulah Read the rest of this entry »

Mem-Branding Pariwisata Jawa Tengah

Budaya December 29th, 2012

Dalam sebuah perjalanan penerbangan lokal, saya pernah membaca kolom pariwisata di majalah yang disediakan oleh maskapai tersebut, tentang rencana membangun brand destinasi Pariwisata Indonesia. Salah satu yang membuat saya sedikit menarik nafas adalah fakta tentang Pariwisata Indonesia yang selama lebih dari empat dasa warsa belakangan ini belum pernah direncanakan, dikelola, dipasarkan dan dikontrol secara sistematis dan profesional. Selama ini pariwisata di Indonesia hanya mengandalkan pengelolaan yang seadanya, bahkan termasuk juga destinasi wisata ngetop semacam Bali, Jogja dan Lombok. Jika memang demikian, adalah wajar jika Indonesia akhirnya tertinggal dari Singapore dan Malaysia dalam menjaring wisatawan.

Padahal pariwisata dan industri pariwisata merupakan sesuatu yang sangat dinamis dan memberikan dampak besar terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Beberapa dampak pariwisata Read the rest of this entry »

Vihara Quan Am Tu, Pulau Galang, Batam

Budaya December 10th, 2012

Mestinya sejak awal november lalu menulis cerita ini, tapi berhubung males mindahin gambar ke notebook jadilah molor hingga malam ini. Bulan lalu sekitar tanggal 5-7 November saya berkesempatan ikut ke Batam. Kayaknya ini yang ke-3 atau ke-4 kalinya saya ke batam, menjejakkan kaki di Bandara Hang Nadim yang panas.

03f0b7e9c4cab04673a111af6c8aa1b9_jembatan-barelangMengunjungi Batam pastinya wajib menyeberangi Jembatan Barelang, jembatan yang merupakan proyek pemerintahan Presiden Habibie untuk membangun kawasan ekonomi khusus terpadu yang menyatukan pulau Batam, Rempang, dan Galang. Apa kabarnya proyek ini ya sejak berganti kepemimpinan ?

Tidak banyak yang saya bidik selama di Pulau Galang selain tentang Vihara Quan Am Tu. Vihara ini begitu menarik perhatian saya karena warnanya yang mencolok. Kontras banget dengan sejarah kelam Pulau Galang dan juga dengan kondisi Pulau Galang yang seperti kota mati. Sekedar mengingatkan, Pulau Galang merupakan saksi bisu sejarah kelam betapa mahalnya harga sebuah kebebasan. Tentu masih segar ingatan tentang sejarah Perang Vietnam (Perang Indochina Kedua) yang berakhir tahun 1975, ditandai dengan kejatuhan Saigon dan penyatuan terhadap Vietnam Utara dan Vietnam Selatan, dan memakan banyak korban.Pengungsian besar-besaran dilakukan oleh warga Vietnam untuk mencari suaka ke negara lain. Sebagian yang tidak diterima melarikan diri dengan kapal tradisional yang sangat sederhana. Para pengungsi ini terdampar di Pulang Galang sekitar tahun 1979, setelah berbulan-bulan berlayar tidak tentu arah di laut China Selatan. Jumlah mereka cukup besar yaitu sekitar 250.000 orang dengan beberapa kali gelombang kedatangan. Sebagian dari mereka ada yang Read the rest of this entry »

Media dan Pemerkosaan ABG

Budaya March 29th, 2012

Dari sejak tahun 1 hingga tahun 2012 *eh bentar, memangnya ada ya tahun 1?*, ya pokoknya dari sejak koran terbit di Indonesia, ada satu yang nggak berubah dari cara wartawan mewartakan berita pemerkosaan terhadap ABG.

Kalimat yang dipakai seringkali seperti ini “muram sudah masa depan mawar, mahkota yang dijaganya sejak kecil direnggut paksa oleh….”

Halo halo… Masa depan seorang gadis bukan dipengaruhi oleh perawan tidaknya seseorang!. Read the rest of this entry »

Pagaralam #1, Investor come here please..

Budaya May 6th, 2011

saya jatuh cinta dengan alam kota ini.

Itu awal yang saya rasakan saat harus bolak balik ke kota ini untuk mengikuti serangkaian test CPNS tahun lalu. Dan setelah 2 bulan tinggal disini, ya memang alamnya menjanjikan potensi yang luar biasa. Namun sayang gemanya tidak terdengar. Dari sekian banyak teman SMA dan kuliah, seringkali mereka bertanya “pagaralam dimana ?“. malah ada teman yang menuduh pagaralam berada di pulau jawa.. hahahha… jauh panggang dari api :P

Begitu juga Read the rest of this entry »