Situs Megalith PagarAlam
Bangsa & Negara March 2nd, 2013
Menghadapi tantangan pekan ke-8 Liga Blogger Indonesia yang ditugaskan menulis tentang cagar budaya, saya langsung sumringah senang. Bukan apa, sudah lamaaa banget niat nulis tentang situs-situs bersejarah di Pagar Alam, tetapi selalu saja batal. Nah kali ini akan saya ulas lengkap mengenai situs megalith yang banyak ditemukan di Bumi Besemah Pagar Alam. Keberadaan situs ini tentu merupakan cagar budaya yang harus dirawat untuk memperkaya budaya daerah.
Benda-benda megalith yang masih saja terus “digali keberadaannya” ini tersebar di banyak tempat. Rasanya tak berlebihan juga jika PagarAlam disebut sebagai Kota Megalith. Peninggalan benda bersejarah tersebut ada di semua kecamatan di Pagar Alam, yang terdiri dari Dempo Selatan, Dempo Tengah, Dempo Utara, Pagar Alam Selatan, dan Pagar Alam Utara.
Berikut ini situs megalith yang akan saya ulas menjadi 2 posting. Kali ini saya membedah situs megalith yang ada di semua kecamatan Dempo ;
KECAMATAN DEMPO SELATAN
1. SITUS ATUNG BUNGSU
Berlokasi di kebun kopi milik warga, yang berada di kel Atung bungsu, ditemukan beberapa benda mengalithik.
- Dolmen (Batu Gong)

Dinamakan batu gong, karena batu ini berbunyi seperti gong ketika dipukul. Ukuran panjang dolmen 490 cm, lebar 245 cm, dan tinggi 130 cm.
- Arca Megalithik

Ada 2 arca megalitik di situs atung bungsu ini, ada arca seperti manusia sedang berjongkok dan ada juga arca tanpa kepala.
- Meja Batu

ukuran batu ini memiliki panjang 219 cm, lebar arca 175 cm, dan tinggi arca 70 cm. Apa jaman dulu orang-orang makan diatas meja batu ini ya ?
- Tetralith (batu bersusun empat)

tetralith diyakni sebagai tempat upacara ataupun tempat diskusi/rapat.
2. SITUS TEBING TINGG (Kel. Lubuk Buntak)
- Arca Megalith

Arca memiliki bentuk seperti manusia yang menunggangi kerbau namun sudah tidak memiliki kepala. Bentuk arca terlihat seperti dililit ular dengan posisi kepala menusia dibawah dengan kondisi arca masih utuh
- Batu Lumpang

Batu dengan 2 lubang ini memiliki ukuran panjang 133 cm, lebar 113 cm, tinggi 40 cm, diameter lubang 6 cm, dan kedalaman 8-10 cm.
KECAMATAN DEMPO TENGAH
- Rimba Candi

Untuk bisa mencapai rimba candi dibutuhkan waktu yang lumayan lama, karena kondisi alamnya yang terjal dan curam maka hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Di tempat ini banyak terdapat papasan batu dalam ukuran besar /kecil dalam jumlah banyak dan diyakini sebagai bengkel/ tempat pengolahan batu Megalith.
KECAMATAN DEMPO UTARA
1. Situs Tegur Wangi
- Rumah Batu

Rumah Batu ini konon menurut sejarah digunakan oleh manusia pada zaman batu sebagai tempat berlindung. Ada 2 rumah batu yang ditemukan di situs ini. Berminat tinggal disini ?
- Arca Megalithik (Batu Beghibu)

Arca ini terbuat dari batuan andesit. Masyarakat lokal menamai batu ini dengan Batu Beghibu. Beghibu memiliki arti anting yang dipakai para gadis zaman dahulu pada pesta rakyat untuk merayakan kegembiraan akan kesembuhan kepala suku mereka. Aktifitas yang dibentuk pada arca ini berbeda-beda namun memiliki corak seni yang secara garis besar sama seperti mata besar, bibir tebal, telinga besar dan memanjang kebawah.
- Dolmen

Dolmen berbentuk meja empat persegi panjang dan terdapat 3 (tiga) batu kecil dibawahnya sebagai penyangga. Bentuk dolmen terlihat seperti menyerupai meja batu, ada kemungkinan bentuk seperti itu sengaja dibuat.
2. Arca-arca Megalith
- Batu Berelief (Batu Macan)

Batu berelief ini berada di Desa Jambat akar. Masyarakat lokal menyebutnya dengan Batu Macan. Bentuk arca ini terlihat seperti manusia yang menggendong anak. Dalam penelitian arkeologi, manusia yang menggendong anak adalah bentuk umum arca Megalith di Asia Pasifik. Menggendong anak diartikan nenek moyang/arwah leluhur akan selalu melindungi anak cucu-nya sehingga mendapatkan kemudahan dan perlindungan dalam mengarungi hidup. Hal ini sesuai dengan kepercayaan animisme dan dinamisme masyarakat terdahulu.
- Arca Kepala Manusia

Arca ini berada di Desa Cawang Baru. Menurut cerita masyarakat yang mendiami lokasi tersebut, arca ini di temukan oleh seorang petani kopi yang tidak disengaja saat akan menyebrangi aliran Sungai Cawang( tidak diketahui namanya). Bentuk muka arca yang pertama terlihat membulat, mata besar, hidung pesek, bibir tebal dan terdapat gigi rahang depan berjumlah 4 (empat) buah. Bentuk muka arca yang kedua, lonjong, dagu lancip, mata dan mulut besar dan sekilas terlihat ekspresi raut muka yang sedang tertawa kecil/senang.
- Megalith Burung Dinang

Lucu banget ya arca ini. Bentuknya seperti kepala manusia bertanduk, mata melotot dan bibir tebal. Lokasi arca ini berada di Kelurahan Burung Dinang. Lumayan sulit untuk mencapai ke lokasi karena harus melalui perkebunan kopi yang luas milik warga, ditambah lagi jalanan yang curam.
- Arca Megalith Burung Dinang (Menggendong Anak)

Arca Megalithik burung dinang yang berada di Desa Tanjung Taring, Kelurahan Burung Dinang ini masih berada di areal perkebunan kopi warga. Bentuk arca seperti manusia yang sedang menggendong anaknya.
- Rumah Batu

Rumah batu ini berjumlah empat buah yang berlokasi di perkebunan milik warga di dusun tegur wangi, kel pagar wangi. yang minat tinggal disini japri ya
- Arca Megalit

Arca megalith ini berada di Desa Cawang Lama, Kelurahan Muara Siban, juga berlokasi di kebun kopi milik warga. Ada 2 buah arca yang kondisinya sudah tidak utuh lagi, tanpa kepala. Salah satu bentuk arca yang masih tampak jelas terlihat seperti menggendong sesuatu (seperti anak) dengan asesoris gelang kaki, pisau/pedang pada bagian pinggang belakang dan hiasan geometris (lingkaran yang membentuk bulatan semakin kecil pada bagian bawah kaki). Sedangkan arca selanjutnya berada 2m hanya terlihat bentuk kaki, dan tidak begitu jauh dari arca tersebut terdapat pecahan (dimungkinkan bagian lainnya) yang berbentuk seperti telinga/bagian kepala. Arca 1 (satu) memiliki ukuran panjang 74cm dan lebar 49 cm, sedangkan arca 2 (dua) memiliki ukuran panjang 96 cm dan lebar 54 cm.
Selain situs-situs diatas, masih ada lagi benda peninggalan sejarah yang ada di PagarAlam. Akan saya rangkum ditulisan berikutnya lagi untuk mengulas situs apa saja yang ada di 2 kecamatan lainnya. Semoga situs-situs sejarah ini bisa sama-sama dirawat dengan baik menjadi kekayaan cagar budaya masyarakat Besemah.
About



Aku sudah pernah ke Pagaralam tapi belum pernah kesana… Mudah-mudahan bisa kesana suatu saat…
itu bener2 masih alami masih berserak di kebun/sawah warga?
@gambarpacul ; iya masih alami, pagaralam penuh memang situs megalit
@goig ; harus iq. menyelami kehidupan jaman prasejarah dulu..
wah baru tau di pagaralam juga ada situs purbakala, semoga dapat terus dirawat pemerintah bersama warga
banyak kata pagaralam dibeberapa post…asli sana ya mba?wong kito galo hehe
@ronal, bukan, sama sekali bukan asli sumsel. saya hanya cinta sejarah