Beberapa hari ini saya mendapat beberapa broadcast tentang jenis minuman terbaru, yaitu teh yang terbuat dari daun kopi. Disebut-sebut bahwa teh ini merupakan inovasi baru buatan ilmuwan Eropa dimana mengandung banyak manfaat bagi kesehatan. what ? teh daun kopi penemuan baru ?!

Sepengetahuan saya, bukankah sudah sejak lama daun kopi memang bisa dijadikan minuman ?. hanya saja tidak sepopuler kopi dan teh. Saya pribadi belom pernah mencicip langsung minuman yang terbuat dari daun kopi, yang katanya memiliki kandungan kafein lebih rendah dibandingkan kandungan kafein di kopi dan teh. Tetapi mengenai minuman ini sudah pernah saya dengar langsung dari rekan kerja saat saya mengunjungi beberapa daerah di Provinsi Sumatera Barat ( saya pernah ditugaskan ke kota Padang, Bukit tinggi, tanah datar dan sawahlunto).

Supaya tidak salah info, saya pun googling lagi tentang teh daun kopi. Dan memang benar, di website padangkini.com ada tuh review tentang budaya masyarakat nagari Tanah Datar yang sudah biasa membuat minuman dari daun kopi. Penyajian kopi daun didaerah ini sangat unik, menggunakan tempurung kelapa tua yang mereka sebut “sayak”. Proses menjadikan daun kopi menjadi teh juga sangat sederhana, daun kopi yang dipetik (dipilih daun kopi yang tidak terlalu tua tapi juga tidak terlalu muda), dijepit menggunakan sebilah bambu lalu digantung diatas perapian, dibiarkan selama berhari-hari diatas perapian kayu bakar hingga kering. Jika daun-daun tersebut diremas dan berbunyi gemerisik, itu artinya daun sudah jadi. Daun kopi kering ini pun dimasukkan ke dalam tabung bambu khusus. Ujung bambunya disumpal dengan ijuk sebagai saringan. Kemudian tabung bambu ini disiram air mendidih dan dibiarkan beberapa saat sebelum dituangkan ke sayak tempurung. taraaa… teh daun kopi siap dihidangnkan. Katanya sih aroma teh kopi daun jauh lebih wangi dari teh biasa. Penampakan minuman ini lebih kental dan kecoklatan. Kalau diseruput terasa agak pahit seperti teh. aih bikin penasaran, sayangnya saya tidak pernah masak menggunakan perapian, jadi tidak punya kesempatan untuk membuat teh daun kopi aka kopi daun. Padahal di bumi Pagar Alam ini mudah sekali mendapatkan daun kopi karena disini kebun kopi melimpah ruah.

teh daun kopi daun kopi

fyi, selain di tanah datar, di Payakumbuh juga mengenal budaya minuman teh yang terbuat dari daun kopi. Nah berarti minuman jenis ini bukan lagi barang baru. Cuma saja banyak dari kita yang tidak mengetahui budaya dari negeri kita sendiri. Maka ketika minuman ini dilansir di Eropa, justru orang-orang Indonesia sendiri jadi ikut heboh mewartakan berita ini heuheuheu

Padahal masyarakat kita sendiri ada yang sudah terbiasa dengan budaya ini. Sayangnya kita selalu kalah dengan luar negeri. Giliran para peneliti dari inggris dan perancis sibuk mengenalkan teh jenis ini dan mengklaim banyaknya manfaat bagi kesehatan, barulah kita pun ikut-ikutan mengakui. Andai kita mau, bisa saja peneliti-peneliti Indonesia yang mengangkat minuman ini. Thailand aja bisa bikin kopi dari tai gajah, kenapa kita tidak ? Indonesia ini kaya akan hasil alam yang melimpah ruah dari sabang sampai merauke dengan khasiat yang sangat besar bagi manusia, tinggal bagaimana cara kita memanfaatkan dan melestarikannya. agree ?


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?




22 Comments to “Teh Daun Kopi, Bukan Barang Baru di Indonesia”

  1.   nidya | February 19th, 2013 at 19:41

    setuju bener sm kalimat terakhirnya. indonesia kaya sda, tapi miskin sdm :(

  2.   easy | February 19th, 2013 at 19:44

    @nidya ; nah kl bicara sdm, ini salah satu yang jadi PR orang2 yang terlibat di dunia pendidikan. aih kalimatmu bikin aku jadi punya ide utk nulis hasil raker :D

  3.   bamu | February 19th, 2013 at 21:57

    oow,, emank kurangnya sdm di indonesia bikin rakyat indonesia diperbudak oleh bangsa lain dinegri sendiri kita lihat saja yang menguasai perdagangan ada org org cina dan org indonesia hanya jadi pekerjanya

  4.   alan | February 19th, 2013 at 22:15

    saya malah baru rahu loh,,tertarik pengen nyoba :)
    berarti masuk minuman khas daerah sumbar yah

  5.   berandadunia | February 19th, 2013 at 23:02

    sayang belum banyak yang menyadari. sekali lagi, Indonesia sebenarnya sangat kaya.

  6.   nila gusmawati | February 20th, 2013 at 00:36

    Klau minuman the daun kopi sy udah biasa minumnya kebetulan sy berasal dr sumatra,,,enak banget pembuatannya secr alami,,,,,

  7.   Ely Meyer | February 20th, 2013 at 02:33

    Baru ngerti ttg teh dari daun kopi :)

  8.   Olvie | February 20th, 2013 at 08:43

    Jangan-jangan si “penemu” tahu setelah mempelajari budaya Indonesia.

  9.   jayboana | February 20th, 2013 at 08:57

    stuju banget mba, saya baru tau banget ini, haduh luar biasa yah sebenernya indonesia itu luar biasa tp kenapa orang pinter indonesia lbh milih diangkut keluar sih demi segepok uang. ironi banget dan sayang banget ya kan, emas yg ada tidak dimanfaatkan.

  10.   dedenfradjab | February 20th, 2013 at 10:03

    KALAU SUDAH DIAKUI NEGARA ASING BARU DEH RIBUT PADAHAL KALAU PEMERINTAH MAU MELAKUKAN PENELITIAN DAN MEMPROMOSIKAN MAKA BISA MENJADI LAHAN KERJA BARU

  11.   ant | February 20th, 2013 at 11:55

    daun sirsak juga berkhasiat untuk mengobati penyakit sob, coba deh buktikan sendiri…….. hehe

  12.   dachlan rangkuti | February 20th, 2013 at 15:34

    saya sudah dari sejak dulu minum kopi daun. kebetulan di pekarangan rumah saya tumbuh tiga batang pohon kopi. Yang saya ambil adalah daun yang sdh jatuh ke tanah,yaitu daun kering, lalu diseduh dan ditambah gula. biar enak harus menggunakan gula aren, jangan gula putih. rasanya enak menyegarkan dan lebih ringan dari kopi biasa. Jadi kopi daun bukan cerita baru, sudah kuno.

  13.   SUTAN BATUAH | February 20th, 2013 at 16:05

    ..asli karya urang awak tuh.. :) disana minuman ini dinamai “aie kawa” (air kawa), krn daun kopi disebut daun kawa. citarasanya.. hmm.. mantab beud, kalo starbuck ato coffe bean tau pasti dibajak deh, krn pasti laku.. let`s we conserv Indonesian beverages!!

  14.   echaimutenan | February 20th, 2013 at 16:12

    baru tau mbak..tapi karena ga suka ngopi jadi ga pernah nyari yang macem2 hihihi

    nti kalo udah dicicipin enak ga kabarin ya mba :D

  15.   Dedy Yasriady | February 20th, 2013 at 16:12

    Di Sumatera Barat, sudah umum cafe yang menyediakan teh daun kopi ini. Daun kopi yang dikeringkan dan diseduh seperti minum teh disana disebutnya KAWA. Didaerah Payakumbuh, Bukittinggi, Batusangkar dan sekitarnya minuman ini sudah dimanfaatkan secara turun temurun sejak zaman dulu. Diminum pakai tempurung kelapa (sayak), dan lebih sedap jika ditambahkan gula kelapa atau gula aren……

  16.   ekoalan | February 20th, 2013 at 21:12

    setuju banget, itu tergantung dari kita sendiri, org2 eropa bisa karena mereka menggunakan media internasional agr informasinya menyebar

  17.   MastersThesisWriting.com rewiew | February 21st, 2013 at 14:52

    Have no idea which writing centre to choose to get help from? Glance over PremiumQualityEssays testimonials, and reach a good choice.

  18.   Pazar Seasonings | February 22nd, 2013 at 15:28

    emang yah orang2 dulu itu kreatif2… walau nggak tau kandungannya yang penting asyik he he he he.

  19.   Jurnal Transformasi | February 24th, 2013 at 17:11

    dulunya orang Sumbar gak boleh minum kopi (buah) oleh Belanda, maka mereka mencari alternatif lain yaitu mengolah daunna jadi minuman. Gara-gara minum daun kopi, orang Minang malah dikatai sebagai Melayu Kopi Daun oleh para tuan kulit putih itu

  20.   Andi Tenrie | February 24th, 2013 at 18:38

    Seumur-seumur baru denger kalau daun kopi bisa dijadikan minuman layaknya teh. Ah, pengen coba, pasti mantab, daun kopi dijual gak ya ditoko?

  21.   jual meja laptop portable | February 25th, 2013 at 14:22

    wah perlu dicoba nih..

  22.   term papers for sale | February 26th, 2013 at 21:51

    Did you hear something about custom papers writing firms? Did you see such kind of professionals could compose custom papers of high quality. Thence, you had to buy essays online to be successful.

Leave a Comment