Berasa kayak konsultan IT (Information Technology) aja ya malam-malam gini bikin konsep rancangan Kota PagarAlam di masa depan. Gegara @31_taufiqismail nih, disuruh bikin tulisan dengan tema “potensi Pagar Alam sesuai dengan bidang keahlian”. huhu walo saya suka teknologi tapi ilmu yang saya miliki masih sangat dangkal, jauuuuhhh banget dari ilmunya om Onno W. Purbo. Alih-alih jadi konsultan IT , bisa megang mouse dengan lancar aja udah syukur deh.

Akhirnya saya pun menguak lagi kisah lama dokumen lama yang sebenarnya pernah saya siapkan untuk karya tulis semasa prajabatan dulu. Gagal dijadikan karyatulis karena ternyata karyatulis prajab tidak lebih dari sekedar prasayarat biasa. Tidak seperti skripsi yang butuh keseriusan 100%.

PagarAlam yang terletak pada posisi 4 derajat Lintang Selatan (LS) dan 103,15 derajat Bujur Timur (BT) ini memiliki segudang potensi yang salah satunya pernah saya ulas disini. Pernah juga saya menulis tentang beberapa permasalahan lewat cerita ini dan ini.

Nah sekarang kita bicara bagaimana peran TI (Teknologi Informasi) dalam mendukung kemajuan kota ini ?

Pelaksanaan otonomi daerah menyebabkan adanya persaingan yang semakin ketat antar daerah, masing-masing bergerak cepat untuk memajukan daerahnya dan juga bersaing mencari investor. Promosi potensi daerah harus disebarluaskan keseluruh penjuru dunia. Dan untuk penyebaran informasi ini dibutuhkanlah dukungan Teknologi Informasi yang handal, yaitu sebuah teknologi berbasis Wide Area Network (WAN). Penerapan Teknologi Informasi tepat guna ini salah satunya bisa diwujudkan dengan menerapkan konsep cybercity. Cybercity merupakan konsep kota masa depan yang berbasis teknologi informasi tingkat lanjut, sebuah kota modern dan mapan yang saling terkoneksi di seluruh bidang. Berbagai kebutuhan masyarakat kota dalam berbagai bidang, baik ekonomi, sosial, politik, pendidikan dan lain-lain tersaji dalam satu konsep yang saling berhubungan. cybercity menyajikan media informasi secara online berbasis internet mengenai daerah untuk masyarakat dalam kota dan juga masyarakat dunia. Komunikasi ini melibatkan seluruh lini pemerintahan, dunia pendidikan, pelaku bisnis, kalangan dunia usaha, semua lembaga-lembaga dan juga semua lapisan masyarakat.

Pernah kamu membayangkan bagaimana mudahnya membuka rekening bank tanpa harus mengisi data-data secara manual ? Saya membayangkan suatu saat ada kota di Indonesia yang benar-benar menerapkan cybercity. Contoh sederhananya, saya membayangkan seandainya saya ingin membuka rekening di Bank, saya cukup datang ke Bank, menunjukkan identitas diri berupa KTP, lalu pihak Bank akan mengecek data saya secara online dan realtime dengan modal ID di KTP saya, data-data diri saya pun tersaji detil, lengkap dengan catatan dari pihak kepolisian apakah saya pernah memiliki catatan kriminal atau tidak. Bila data saya lengkap, foto diri dan sidik jari yang tertera juga sama, pihak Bank langsung menyodorkan dokumen untuk ditandatangani tanpa harus sibuk saya mengisi data secara manual dengan ballpoint. Betapa asiknya jadi warga negara. Betapa hematnya sumber daya yang digunakan. Dan semua ini sangat mungkin diwujudkan dalam sebuah kota berkonsep cybercity !

cybercity adalah kebutuhan masyarakat. Sebuah konsekuensi logis dari meningkatnya kebutuhan masyarakat yang ingin mengakses informasi dan berkomunikasi dengan mudah dan cepat. Konsep Cybercity sudah diterapkan dibeberapa negara maju dunia. Di negara kita pun konsep cybercity pun bukan lagi mainan baru. Beberapa kota yang pernah mencoba konsep ini adalah Bandung, Makassar, PangkalPinang, Malang, Sukabumi, Palembang, Bandung, Yogya, Solo, Denpasar. Tetapi sejauh ini belum ada kota yang benar-benar berhasil dalam menerapkan cybercity, semuanya masih dalam level “nanggung”. cybercity yang dibangun baru sebatas pemasangan hotspot dibanyak titik. Di pusat perbelanjaan, rumah makan, kampus, taman terbuka, perkantoran, lokasi wisata, bandara, dan lain-lain. Okelah pemasangan hotspot dibanyak titip merupakan langkah awal dari pembangunan cybercity, tapi esensi dari komunikasi data yang terpadu belum terjalin dengan baik. Terlebih komunikasi data dalam hal pelayanan publik bagi masyarakat.

Apa saja yang perlu ditekankan dalam pencanganan cybercity ?

1. Komunikasi Data

Komunikasi Data yang paling utama adalah komunikasi data antar SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) dan Kantor Pemerintahan lainnya. Data merupakan jantung dari sebuah organisasi -apapun bentuk dari organisasi tersebut, karena data adalah dasar dari sebuah suksesnya pengambilan keputusan. Tidak akan pernah sukses sebuah instansi tanpa pengelolaan data yang baik. Dengan adanya komunikasi data antar SKPD dan penciptaan database yang efektif akan tercipta data yang terintegrasi. Sehingga keputusan yang akan diambil oleh pimpinan atau Walikota akan sesuai dengan kebutuhan pembangunan di Kota tersebut.

2. Pelayanan Publik / Masyarakat dari Pemerintahan

Semakin baiknya kinerja setiap SKPD, akan berdampak pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Dengan jaringan komunikasi data yang luas, dan juga kemudahan mengakses data, pelayanan terhadap masyarakat pun akan semakin baik.

3. Pelayanan Publik secara umum

Pemasangan infrastruktur teknologi informasi berupa hotspot dibanyak tempat akan semakin mendukung mobilitas masyarakat. Internet akan menjadi jendela dunia bagi masyarakat dalam suatu kawasan atau kota untuk saling bertukar informasi dan berkomunikasi dalam segala hal. Inilah ciri suatu pengembangan kota modern yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi dimana masyarakatnya dapat terlayani secara elektronik dan infrastruktur pendukungnya dapat saling terintegrasi dengan baik.

4. Peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah)

Pembangunan jaringan Cyber City yang memiliki kapasitas besar dapat dikerjasamakan dengan pihak swasta untuk digunakan dalam sisi bisnis. Pemanfaatan ini tentu saja bisa mendatangkan Pendapatan Asli Daerah dengan konsep Public Private Partnership (PPP). Bekerjasama dengan pihak swasta, bukan saja dapat mendatangkan PAD dalam pemanfaatan sumber daya tersebut, namun juga bisa mengurangi kesulitan pemerintah dalam perawatan jaringan.

5. Menarik Minat Investor

Dengan kemudahan akses data yang valid tentang keadaan nyata sebuah kota, akan memudahkan investor untuk merencanakan pengembangan bisnisnya. Kota PagarAlam yang ijo royo-royo ini memiliki potensi yang masih sangat besar dari segi sumber daya alamnya untuk dikembangkan dari sisi industri. Dengan pelayanan publik yang semakin baik dan juga akses teknologi informasi yang sudah diterapkan tentu menjadi nilai tambah bagi PagarAlam untuk menarik minat investor.

6. Pendidikan dan Kehidupan yang Lebih Baik

Tidak bisa kita pungkiri, peran teknologi sangat besar dalam meningkatkan kualitas Pendidikan. Pendidikan yang lebih maju akan membawa kita pada peradaban kehidupan yang juga lebih baik. Jika internet bisa dimanfaatkan secara optimal, para petani-petani disini bisa mendapatkan banyak informasi tentang pertanian yang lebih maju, bisa mencari banyak info tentang teknologi pertanian yang terbaru, dan sebagainya. Begitu juga pintu kerjasama dengan banyak pihak akan memudahkan pelaku bisnis di PagarAlam untuk mencari buyer dari luar.

Tetapi dari segudang manfaat positif cybercity, saya tidak ingin buru-buru bermimpi PagarAlam menerapkan konsep kota masa depan. Ada banyak kendala yang harus dihadapi dan perlu pembenahan dalam banyak hal. Apa saja kendala yang ada jika ingin menjadikan PagarAlam sebagai cybercity ;

  • Edukasi Warga
    Poin paling penting yang harus digaris bawahi sebelum menjejalkan konsep cybercity di PagarAlam. Yaitu EDUKASI MASYARAKAT. Internet memiliki manfaat positif yang juga disertai efek negative jika tidak dibarengi dengan tingkat pendidikan warga. Cybercity bukan sekedar pemasaangan titik hotspot disemua area kota. Dalam benak saya, Cybercity juga adalah bagaimana budaya (perilaku masyarakat) dalam memanfaatkan teknologi untuk kehidupan. Jika tidak disertai dengan edukasi warga, cybercity hanya akan menjadi biang kriminal. Bayangkan jika anak-anak usia sekolah terlalu sibuk dengan game online karena bisa diakses darimana saja dimana saja, begitu juga remaja usia ABG yang bisa dengan mudah mengakses konten porno dari internet. Disinilah letak penting edukasi warga. Jangan sampai kemajuan teknologi yang semestinya meningkatkan kualitas hidup malah membuat kemunduran budaya.
  • Ber-Internet sehat di Indonesia belum menjadi sebuah budaya positif
    Ini salah satu kendala besar bukan hanya di PagarAlam, melainkan hampir disemua negara berkembang. Internet masih meninggalkan sisi negatif yang lumayan besar karena disalah gunakan oleh pelaku. Lihat kasus tentang banyaknya remaja perempuan yang tertipu oleh lelaki asing hanya dari Facebook.
  • Dukungan Pemerintah daerah yang masih sangat rendah
    Penerapan cybercity bisa sukses jika Pemerintah mendukung penuh dan memfokuskan pembangunan teknologi secara tepat guna.
  • Infrastruktur yang masih kurang
    Kendala ini bisa dimaklumi karena dana yang digelontorkan untuk teknologi terpadu sangat besar. Jika mengandalkan belanja APBD tentu memberatkan Pemerintah karena masih ada banyak prioritas pembangunan lain yang juga sama pentingnya
  • SDM yang juga masih kurang
    Pembangunan infrastruktur akan sia-sia tanpa dukungan SDM yang berkecimpung didalamnya. Kita tidak perlu bicara cybercity yang luas, ambil contoh penerapan sistem informasi manajeman (SIM) dalam sebuah SKPD. Terkadang penerapan SIM yang sudah menelan biaya mahal hanya menjadi sia-sia karena SDM yang belum melek teknologi.
  • Bisa jadi mematikan bisnis warnet yang sudah ada.
    Salah satu dampak jika semua kota sudah terhubung dengan internet, warung-warung internet yang ada di PagarAlam bisa gulung tikar.

Dari ulasan manfaat dan kendala dalam menerapkan cybercity di PagarAlam, menurut saya pembangunan cybercity tetap perlu direncanakan secara bertahap, tentunya harus diiringi dengan peningkatan kualitas SDM dan juga edukasi warga yang terus berlanjut. Bagaimanapun, saat ini kita berada dalam abad informasi dimana setiap orang memiliki peluang yang sama dalam kebutuhan mengakses informasi. Implementasi cybercity bisa membantu masyarakat dalam memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik.

Langkah awal dalam mewujudkan cybercity adalah dengan membuat perubahan dari hal-hal yang sederhana. Dengan merangkul masyarakat terutama generasi muda untuk terus diberikan edukasi dalam pemanfaatan teknologi Internet yang semakin mudah didapatkan. Dari gerakan sederhana ini akan muncul gerakan-gerakan positif yang dapat membantu proses edukasi tersebut secara tidak langsung. Satu lagi yang harus ditekankan dalam pembangunan cybercity, adalah jangan pernah mencampuradukkan sebuah konsep pengembangan teknologi informasi dengan nuansa-nuansa politis. Semoga saja, suatu saat nanti, gambaran saya tentang PagarAlam dimasa depan akan terwujud secara perlahan. PagarAlam masa depan adalah sebuah kota hijau yang asri dan alami yang didukung oleh teknologi informasi dalam semua denyut kehidupan kota.


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?




12 Comments to “PagarAlam Cyber City ; PagarAlam Masa Depan”

  1.   taufiq | February 5th, 2013 at 22:20

    baca tulisan ini, jadi ikut ngebayangin betapa indahnya hidup di pagar alam cybercity, kapan y bsa terwujud?

  2.   Bibi Titi Teliti | February 6th, 2013 at 09:50

    Lies…idenya sih keren abis..

    Tapi masih rada ragu juga untuk eksekusinya..
    Di komplek aku aja, baru gerimis dikit udah mati lampu..
    Nah lho, kalo beneran cyber, supply listrik aja belon mampu gimana tuh…hihihi..

    Tapi tetep optimis deh..
    Mudah2an bisa kesampaian:-)

  3.   easy | February 6th, 2013 at 18:29

    @taufiq ; sulit sih utk terwujud. tapi siapa tau dapet pimpinan negri yang doyan IT. jd disupport full utk menjadikan negara indonesia sbg cybercity

    @bibi titi teliti ; bener.. memang kompleks permasalahan dinegeri ini utk sebuah rencana pengembangan kota modern.
    tapi perlahan seiring peningkatan edukasi warga akan banyaknya manfaat teknologi informasi, pasti akan perlahan merubah budaya internet sehat. yg ujung2nya bisa membentuk komunitas2 kecil mendukung terwujudnya cybercity

  4.   naussea | February 6th, 2013 at 21:14

    saya dan dishub kalteng, pernah mengusung konsep taman internet, alih-alih memasang wifi gratis dengan troughput yang lumyana gede di taman kota, kendati tidak 24 jam namun cukup menarik lengkap dengan cctv.

    namun sayang, tidak adanya anggaran pemeliharaan jadi terbengkalai deh

  5.   easy | February 6th, 2013 at 21:28

    @naussea ; wah sayang banget pemerintah nggak menganggarkan pemeliharaan jaringan. padahal bisa dikembangkan menjad i taman pintar ya :)

  6.   Budi Majid | February 7th, 2013 at 06:50

    Untuk sebuah ide ini perlu digaungkan terus supaya pemerintah lebih terdorong cepat untuk mewujudkannya.

  7.   Nathalia DP | February 7th, 2013 at 08:21

    ah itu juga mimpi saya yang tentang kartu all in one..
    semua data kependudukan, data kepolisian, data perpajakan, rekening, data kepemilikan harta, dll smuanya terekam di satu kartu..
    lebih efektif & efisien, contohnya:
    kita jd ga perlu ngitung pajak sendiri..
    smua lgsg dtransfer secara otomatis tiap bulan dari rekening kita ke rekening kantor pajak.. jadi ga ada celah untuk korupsi :)

  8.   Zizy Damanik | February 7th, 2013 at 08:40

    Kalau di Jakarta, sekarang sudah banyak tempat yang diberikan wifi gratis.
    Di Waterbom, di stasiun-stasiun, 7 eleven, hotel, kampus, rumah sakit, sudah ada Indosat Super WiFi di situ. Kencang banget. Taman internet itu bagus banget….

  9.   easy | February 7th, 2013 at 09:07

    @ziziy ; iya baru sebatas penyediaan hotspot. tapi ini permulaan yang bagus ya utk memasuki era cyber
    @nataha ; indah banget ya kl udah tersistematis spt itu…
    @budi ; yup. masyarakat yang harus terus mendorong terwujudnya ide ini

  10.   naussea | February 7th, 2013 at 09:14

    easy: yah…. namanya anggaran, kadang pemerintah sudah anggarkan tapi tetap saja DPRD yang menentukan baik atau tidaknya .. hhehheeeee ….. lagi-lagi DPR #hoaaaaam

  11.   easy | February 7th, 2013 at 15:45

    @naussea ; wakakaka. perjuangan kita sama.
    kemarin aku ngajuin utk bikin website ditolak dpr dianggap ga ada guna.
    halloooowww…

  12.   Check here | February 19th, 2013 at 06:20

    Are you searching for resume services? Still have no clue how to write a resume? Check out Prime-Resume company. Here you can see resume formats or buy resumes from professional resume writers.

Leave a Comment