Bulan Maret silam pada saat peringatan Hari Air Dunia atau World Water Day, The Earth Institute Columbia University mengemukakan beberapa fakta mengejutkan tentang kondisi air di Bumi. Ada 2 fakta yang sangat menarik yang masih saya ingat sampai sekarang, yaitu :

  1. bahwa penggunaan air tanah berkontribusi sangat besar terhadap naiknya permukaan air laut dalam beberapa tahun terakhir (kalau tidak salah sebesar 25%)
  2. diprediksikan bahwa pada tahun 2030 hampir setengah populasi manusia yang ada akan kekurangan air

Benarkah akan seseram itu ?. Jawabannya bisa iya bisa tidak. Jika kita tidak berbenah dalam memanfaatkan air tanah, tentu kondisi di 2030 mungkin bisa lebih parah dari prediksi tersebut. Pertumbuhan penduduk bumi yang terus meningkat, sementara sumber daya air yang tersedia relatif tetap bahkan mungkin saja akan berkurang. Sekedar informasi, pada tahun 2050 nanti penduduk bumi diperkirakan akan mengalami peningkatan 33% dari 6 miliar orang menjadi 8 miliar orang . Jika dulu air tanah merupakan barang bebas yang bisa dipakai bebas tanpa batas sekarang tidak lagi. Peningkatan terhadap kebutuhan air tanah yang memegang peranan penting dalam semua hal, membuat nilai air tanah mengalami pergeseran. Saat ini air tanah sudah menjadi barang ekonomis dan diperdagangkan layaknya komoditi yang lain.

29ee8e7407e1e89698fecf235fe0ae7e_air-bumiBagaimana dengan keadaan air tanah di Indonesia sendiri ?. Tanpa harus bicara data-data berupa angka tentang ketersediaan air bersih, kita bisa melihat fakta betapa semakin sulitnya mendapatkan air bersih untuk dikonsumsi. Lihat saja kenyataan bahwa saat ini penduduk kota maupun desa sudah menggunakan air kemasan dan air keran untuk memasak dan minum. Ini artinya air tanah yang ada sudah tidak lagi memadai untuk mencukupi kebutuhan air minum. Kita memiliki banyak sungai tetapi sungai-sungai tersebut dipenuhi banyak sampah dan kotor, kita memiliki hutan namun sumber mata air banyak mengering akibat kerusakan hutan, ditambah lagi dengan penggunaan air tanah yang meningkat tinggi untuk digunakan oleh sektor industri. Saya ambil contoh di Kota PagarAlam tempat saya tinggal sekarang. Kota PagarAlam dengan alam dan hutannya yang masih bisa dibilang asri pun ternyata tetap menyisakan masalah dalam hal ketersediaan air bersih, apalagi di daerah lain yang alamnya gersang. Memprihatinkan memang.

Berangkat dari fakta ini, sudah saatnya kita harus semakin sadar dan bijak dalam memanfaatkan sumber mata air. Air merupakan penopang kehidupan. Bahkan tubuh manusia pun 70% terdiri dari air. Manusia bisa saja bertahan hidup tanpa makan selama tiga minggu, tetapi tidak mungkin hidup tanpa air selama lebih dari tiga hari. Sementara fakta di lapangan menunjukkan betapa sumber air banyak yang tercemar, baik oleh bahaya bilogis (seperti virus, kuman dan bakteri) maupun oleh bahan-bahan kimia semacam deterjen, logam berat, asam mineral, dan senyawa beracun lainnya. Padahal syarat air yang layak konsumsi dan sehat adalah air yang jernih, tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa, dan bebas dari penyakit yang mengandung mikroorgansime serta bebas zat kimia berbahaya.

Apa solusi untuk permasalahan air ini ? Saya memisahkannya dalam 2 solusi. Yang pertama adalah solusi untuk melestarikan sumber air, dan solusi kedua adalah bagaimana memperoleh air bersih ditengah-tengah kondisi sulitnya mendapatkan air bersih layak minum atau layak konsumsi.

Solusi pertama yaitu harus ikut berperan aktif menjaga kelestarian sumber air. Seperti diketahui, air tanah merupakan salah satu sumber daya air yang keberadaannya terbatas dan kerusakannya dapat mengakibatkan dampak yang luas serta pemulihannya sulit dilakukan. Oleh karena itu eksploitasi air tanah harus dikendalikan agar tidak menimbulkan dampak yang merugikan. Disamping itu juga harus dilakukan konservasi dan pemeliharaan sumber daya air melalui kegiatan untuk merawa sumber air dan prasarana sumber daya air yang ditujukan untuk menjamin kelestarian fungsi sumber air dan prasarana sumber daya air.

Ada banyak hal yang bisa kita lakukan dalam menjaga kelestarian sumber air, antara lain :

  1. Yang paling mendasar adalah tidak membuang sampah sembarangan
  2. Tidak boros dalam menggunakan air dan memanfaatkannya seefektif mungkin.
  3. Menggalakkan penanaman pohon/penghijauan.
  4. Untuk di kawasan pemukiman, jangan membuang kotoran (tinja) disembarang tempat. Sanitasi, penggunaan septic tank dan juga drainase harus dibuat dengan baik.
  5. Untuk dikawasan kebun/ladang dan sawah, tidak menggunakan pupuk kandang dan pupuk buatan yang berlebihan. Jauh lebih baik menggunakan pupuk yang ramah lingkungan
  6. Untuk di kawasan peternakan, kotoran dan limbah ternak harus benar-benar diolah dengan tidak menumpuk kotoran ditempat yang tidak kedap dan tidak membuang limbah ternak sembarangan.
  7. Untuk dikawasan hutan, jangan melakukan penebangan hutan secara brutal. Hutan yang terlanjur gundul bisa dilakukan program reboisasi sedini mungkin.
  8. Dan untuk sektor industri, pengelolaan limbah harus memperhatikan lingkungan

Itu tadi beberapa langkah nyata yang bisa dilakukan dalam mempertahankan kelestarian air demi ketersediaan air bersih untuk masa depan.

Dan Solusi kedua, yaitu bagaimana kita tetap bisa mendapatkan air minum yang aman dan layak konsumsi. Air yang kotor dan tercemar dengan bakteri tentu hanya akan membawa banyak penyakit seperti, diare, tipus, sakit kuning, dan kolera. Ada cara untuk mendapatkan air sehat yaitu menggunakan water purifier. apa sih water purifier ? Water purifier atau pemurnian air merupakan prose/cara untuk memurnikan air yang bertujuan untuk mendapatkan air yang sehat, bersih dan bebas kuman/bakteri.

Ada banyak cara untuk memurnikan air yang akan dikonsumsi. Cara yang selama ini yang biasa digunakan untuk memurnikan air antara lain :

  • Perebusan
    Walaupun air tampak bersih, sebaiknya untuk air yang akan diminum harus direbus hingga mendidih selama 5-10 menit. Manfaat perebusan air ini untuk membunuh bakteri, spora, ova, kista dan mensterilkan air serta menghilangkan karbon dioksida dan pengendapan kalsium karbonat.
  • Penyaringan
    Proses pemurnian air juga dapat dilakukan secara tradisional dengan melakukan penyaringan air memakai pasir, ijuk atau arang. Proses penyaringan ini bertujuan untuk menyaring kotoran dipermukaan media, atau dikenal dengan adsorpsi permukaan. Dengan begitu partikel-partikel yang mengotori air dapat ditahan dan akan menghasilkan air yang lebih jernih.
  • Disinfeksi kimia
    Pemurnian air dengan cara ini dilakukan untuk air yang disimpan dalam sebuah tempat seperti di tangki atau sumur.
  • Bubuk pemutih
    Proses memurnikan air dengan bubuk pemutih bisa dilakukan hanya untuk air yang tingkat keruhnya masih normal. Untuk air yang sudah tercemar dan sangat keruh tidak mempan dengan metode ini.
  • Tablet klorin
    Tablet klorin atau tablet halazone yang lumayan mahal ini biasa dipakai untuk memurnikan air hanya dalam volume kecil.
  • Filter
    Filter air dikenal ada beberapa jenis, antara lain filter keramik lilin dan UV filter. Bagian utama dari sebuah filter keramik lilin ini adalah lilin yang terbuat dari porselin atau tanah infusorial. Permukaannya dilapisi dengan katalis perak sehingga bakteri yang masuk ke dalam akan dibunuh. Metode ini menghilangkan bakteri yang biasanya ditemukan dalam minum air, tetapi tidak efektif dengan virus yang bisa lolos saringan.
  • Kaktus
    Mungkin masih terdengar asing memurnikan air dengan media kaktus. Dari penelian menunjukkan air murni terbaik terdapat dalam pir kaktus berduri. Para peneliti dari University of South Florida melakukan percobaan dengan menyarikan getah dan menambahkan ke dalam air yang kotor karena sedimen dan bakteri. Getah mengakibatkan sedimen dan bakteri bergabung, kemudian mengendap di bagian bawah dan memisahkan 98 % bakteri di dalam air.

Proses pemurnian dengan cara-cara diatas memang bisa menghasilkan air minum yang sehat. Namun cara diatas memiliki banyak kekurangan, antara lain :
- proses yang ribet.
- Boros.
- dan Tidak efektif

Nah untuk mengatasi permasalahan ini, ada solusi yang lebih efisien dan efektif dalam memurnikan air, yaitu menggunakan Pure It.

pure itPure It merupakan water purifier (pemurni air) dengan teknologi modern dan canggih. Inovasi terbaru dari Unilever ini sangat praktis digunakan untuk menghasilkan air minum yang terlindungi dari kuman berbahaya yang dapat menyebabkan penyakit.

Dengan menggunakan Pure It, air bisa langsung dikonsumsi tanpa perlu dimasak. Tidak perlu kuatir meminum air langsung dari Pure It karena Pure It dapat menghilangkan virus, bakteri, dan parasit berbahaya serta menghilangkan kotoran di dalam air. Selain itu, air yang dihasilkan Pure It pun sangat jernih dan tidak berbau dengan rasa yang alami.

Mungkin masih banyak yang penasaran dan meragukan bagaimana cara kerja Pure It dalam menghasilkan air siap minum. Pure It sudah didesain sedemikian rupa dengan menerapkan 4 tahapan proses, yaitu :

  • Tahap 1. Saringan Serat Mikro menghilangkan semua kotoran yang terlihat
  • Tahap 2. Filter Karbon Aktif menghilangkan pestisida dan parasit berbahaya
  • Tahap 3. Prosesor Pembunuh Kuman menghilangkan bakteri dan virus berbahaya dalam air
  • Tahap 4. Penjernih menghasilkan air yang jernih, tidak berbau, dengan rasa yang alami

Komponen 2-3-4 disebut Germkill Kit (Perangkat Pembunuh Kuman) yang akan memurnikan 1500 lt air setara dengan 80 galon (suhu air 25o C, kelembaban sedang) untuk 6 8 bulan pemakaian. Irit bukan ? Dan dibandingkan dengan proses pemurnian air secara tradisional, Pure It memiliki banyak keunggulan diantaranya :

  • Sangat praktis.
    Kita cukup memasukkan air ke dalam alat dari bagian atas, dan Pure It akan memurnikan air untuk langsung siap diminum.
  • Hemat.
    Tidak memerlukan gas, listrik, dan juga saluran pipa.
  • Murah.
    Biaya per liter pemurnian air hanya Rp 100, jauh di bawah harga air galon dari merek ternama (Rp 526/liter), air isi ulang (Rp 187/liter), dan air rebus (Rp 107/liter).
  • Bebas Kuman.
    Air terlindungi dari kuman berbahaya penyebab penyakit dengan menggunakan standar terketat EPA (Environmental Protection Agency) USA yang menghilangkan log 6 bacteria, log 4 virus, dan log 3 parasites.
  • Pure It memiliki indikator yang dapat menunjukkan lebih awal kapan perlu mengganti Germkill Kit (mekanisme penghentian otomatis).
  • Muatan Banyak.
    Kapasitas hingga 9 liter di top chamber ditambah 9 liter di transparent chamber.
  • Kualitas Terjamin
    Pure It mendapatkan sertifikat dari lembaga ilmu pengetahuan di Asia dan Eropa seperti: UGM, ITB, IPB untuk kinerja Pureit, Sucofindo untuk kinerja Pure It, Scottish Parasite Diagnostic Laboratory Glasgow Inggris, Indian Public Health Association
    London School of Hygiene and Tropical Medicine (University of London) Inggris
  • Layanan Purna Jual
    Pure It memberikan garansi selama satu tahun.

Dengan Pure It, sekarang tidak lagi kuatir untuk mendapatkan air minum yang sehat. Dan tentu akan tetap berperilaku hidup sehat dengan menjaga lingkungan agar tidak merusak alam demi kelestarian sumber air minum untuk masa depan.

*air tanah adalah air yang bergerak di dalam tanah yang terdapat didalam ruang antar butir-butir tanah yang meresap ke dalam tanah dan bergabung membentuk lapisan tanah yang disebut akifer. ~ Herlambang (1996)


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?




8 Comments to “Pure It ; Air Sehat Untuk Hidup Yang Sehat”

  1.   taufiq | December 31st, 2012 at 09:17

    keren, infonya sangat bermanfaat mbak… btw, apa iya mbak air rebus = Rp 107/liter ??? gmn rumusnya…
    terimakasih untuk pencerahanya.. :))

  2.   easy | December 31st, 2012 at 13:33

    @taufiq, iya, dihitung dari biaya gas :)

  3.   alam | January 3rd, 2013 at 11:27

    wah sampai segitunya?

  4.   Pencerah | January 4th, 2013 at 00:26

    masih ragu tuk menggunakannya

  5.   trike | January 5th, 2013 at 14:02

    wah

  6.   ara | January 7th, 2013 at 08:05

    infonya sangat bermanfaat sekali

  7.   gobat | January 17th, 2013 at 13:26

    sangat bermanfaat sekali infonya makasih

  8.   gia | February 6th, 2013 at 08:15

    Dengan begitu tentu informasi ini snagat bermanfaat sekali, terima kasih telah berbagi

Leave a Comment