Pentingkah Komentar ?
True Story August 18th, 2009
Beberapa kali saya sering memperhatikan lomba-lombaan blog dimana salah satu kriteria untuk menang adalah banyaknya komentar yang masuk. termasuk juga lomba merah putih detikcom yang sedang berlangsung. Disebutkan bahwah jumlah komentar merupakan salah satu kriteria penjurian. Pentingkah ?
lalu bagaimana jika komentar-komentar tersebut saya sendiri yang membuatnya dengan nama berbeda ? Apakah pemilik lomba nantinya mencatat satu persatu IP Address komentator supaya tidak dicurangi ?
bagaimana juga bila saya memperbolehkan spam masuk mengomentari tulisan saya ? dengan begitu jumlah komentar akan meningkat tajam mengalahkan yang lain. Toh di kriteria penilaian hanya disebutkan “banyaknya jumlah komentar” tanpa menyebutkan bahwa komentar harus berhubungan dengan tulisan
note : bukan mo nyerang detikcom ya. itu tadi hanya contoh dari sekian banyak lomba. takut jadi kasus
About
Pertamax kah..?
mungkin jika sudah menemukan karya yg paling bagus gampang, klo bagus semua mungkin itu sebagai cara akhir nentuin sapa yg menang kali lies
komentar perlu, tapi harusnya tidak mutlak. Dan mestinya sesuai dengan topik yang disampaikan, tidak asal ngemeng aja
ini ada contohnya, berburu koment pertamax di tempatnya easy hahahah
Bener banget tuh mba.. klo jumlah komentar dijadikan slh satu kriteria, bisa kasihan D’blogger yg masih baru, tp aku rasa itu bukan syarat mutlak, admin blogdetik (juri) pastinya org2 yg cerdas memilih kandidat pemenangnya,meskipun komentar dalam postingannya ‘ga banyak..
nice post KK
iya ya, komentar mah aturan ga usah dijadikan kriteria penilaian yah, tapi kalo tujuan lombanya untuk melihat seberapa gaul penulis blognya, ya mungkin harus dimasukin kriteria…:)
gimana klo polling sms seperti lomba2 di tv itu… sama juga dong mba easy klo yg kirim sms banyak itu dr kantong saya sendiri
Keputusan dan aturan penjurian memang seperti itu ya marilah kita menghormatinya secara sportif saja.
salam
ada benernya juga mbak?
kalo menurut saya komentar hanya perangsang buat berprestasi aja
bukan berarti tanpa komentar, tidak ada yg baca khan?
ye ngga! ye ngga!
emang sih komentar kadang penting Mbak buat semangat utk menulis lagi…
dalam konteks lomba:
jika pendekatan yang digunakan semata-mata pendekatan kuantitatif atas komentar, maka jelas tidak perlu. Bahkan akan sangat sulit menentukan sekalipun paramater komentar tersebut menggunakan pendekatan kualitatif.
Apakah komentar yang misalnya hanya berisi:
“hai salam kenal, tukeran link yuk…”
juga ikut dihitung? sementara jelas komentar tersebut tidak memiliki relevansi dengan substansi tulisan.
kami tahun lalu juga pernah mengadakan ajang menulis, dan salah satu kriteria penilaian dengan jelas menyebutkan: Komentar tidak diperhitungkan !
juri memang punya kriteria tersendiri dan manut pula sama yang punya gawe
Komentar adalah pendukung buat isi postingan agar lebih ada makna dan sudut pandang yang dilihat dari berbagai dimensi, jadi ya ada andil yah komeng itu
ah…yang penting posting….posting…dan posting…
itu kan cuma salah satu kriteria es…
btw ane mau ngadain kontes blog nich, dirimu mau jd sponsor gak?
ngarep mode on
sebuah masukan yang menarik
Kalo gitu ganti aja namanya menjadi lomba banyak2an dpt komentar.
aku juga blum ngerti hubungan komentar sama kualitas tulisan..
aku ikut lomba anakui.com juga syaratnya kudu banyak yg komen.
Ada salah satu lomba yang mensyaratkan jumlah komentar yg “valid” nah ini saya rasa lebih fair
setiap orang butuh promosi untuk memperkenalkan blognya n semakin banyak orang berkomentar di blog orang lain berarti semakin besar pula orang itu ingin dikenal oleh orang lain…..
salam kenal mbak
Saya yang termasuk rada kurang setuju kalo kriteria penjurian memasukkan jumlah komentar sebagai salah satu syarat untuk bisa menang. Lebih tidak setuju lagi kalo itu dijadikan satu-satunya penilaian.
Tapi kalo cuma dijadikan patokan akhir sih gak masalah. Tapi bagaimana pun juga, komentar adalah respon atas postingan yang harus dihargai juga. Tapi masalahnya, itu bisa mendorong si peserta berlaku curang atau kayak yang kamu bilang diatas itu. Lebih fair kalo komentar cuma disayaratkan minimal harus dapet berapa. Kalo udah mencapai jumlah minimal yang disyaratkan (misalnya 20), maka penilaian akan lebih dititikberatkan pada aspek lain. Gitu kayaknya lebih adil yach?
komentar tuh gak penting yang penting tuh malah ngejung
Nambah komentar lg nih. Saya setuju mba, jgn jadikan komentar sbg tolak ukur kualitas suatu blog. Dan jgn harap pula utk menang, teruslah berkarya, untuk negeri tercinta ini
ga begitu penting kok
yang penting kan isi postingan blognya
Gak…[lagi sebel sama blogdetik yg penuh spam nge -junk]
tenang aja lis,gak usah paranoid gitu lah..mo nyerang detik hehe.. santai..kayak yang mo di pra-peradilan kan aja kayak kasus prita ja si lies neh..he
mengenai komentar sebagai kriteria penjurian itu mungkin komentar mewakili jumlah pengunjung dan ketertarikan orang dengan tulisan tersebut..
orang komentar artiya dia terpancing gitulah sederhananya..
kalo diperpanjang jadin gga sederhana lagi..
hmm..
saya sekarang jarang posting dan ngga peduli komentar ada atau ngga..
it doesnt matter anymore jika pada akhirnya ngga ada seorangpun lagi yang mau baca..
saya menulis untuk diri sendiri dan kepuasan..
Setuju ma om tonosaur…
tosss boy…!
Komen… buat sbagian tdk pemting. Menulis lebih penting
Komentar gak penting2 amat, yg penting objektivitas juri, cita rasa n originalitas tulisan, bukan plagiat apalagi copas, meskipun yg nulis gak terkenal dan berada di kutub bumi alias blognya gak pernah ada yg tau!
Apa lah artinya menang karna banyak komentar, tetapi materi tulisan pas-pasan.
Notes: saya nggak jago bikin tulisan dan gak bakal ikutan lomba. Namun melihat sisi sebuah penilaian berdasar bnyaknya komentar.
Lupa, komentar gak penting, yang penting pertamaX… meskipun ini bukan pertamaX
Komentar menjadi penting, ketika di dalamnya ada masukkan dan pelajaran buat kita. Namun pada dasarnya, komentar adalah pelengkap dari sebuah postingan yang ada…
Untuk lomba blogdetik, komentar ditulis di bagian akhir. Meskipun masuk penilaian, tapi masih kualitas tuliasan yang dilihat. menginspirasi atau tidak….
kenapa komentar perlu, karena sekualitas apapun tulisan, menginspirasi apapun jika tidak dibaca/dikomentari. rasanya percuma saja.
Yang mungkin juga jadi perhatian adalah promosi di blogdetiknya sendiri, di posting pilihan dan hot issue. Itu kan berpengaruh juga!
Namun apapun jua, lomba ini dimaksudkan unuk memompa semangat kita dalam berkarya/menulis
Soal menang dan kalah itu adalah soal waktu….
Jika kita terus berkarya suatu saat, ada moment yang mengapresiasi karya kita!
Ingat Mbah Surip? Lagu Tak Gendong baru diapresiasi tahun ini setelah 26 tahun diciptakan. momentnya baru pas…..
begitu pun dengan kita! Semangat berkarya! Suatu saat akan ada yang mengapresiasinya!
Salam!
itu namanya lomba banyak2an komentarr
*woyy kemaren kok ga nunggu bentaraaan yakks*
makasih yahh kaosnyaa
Kan lagi zamannya, tuh lomba yang di TV juga tergantung dari SMS-nya hehehehe…
penting ! semakin banyak komentar (yg nyambung tentunya) klo di total semakin panjanglah tulisan kita.. he..he.. Saya nulis komentar disini ikut nyumbang tulisan juga supaya tambah panjang, scroll terus kebawah…yuk..
bener tuh, tujuan utama dari sebuah blog kan penulisan, jd klo hanya dilihat dari jumlah komentar aja kayanya kurang pas aja (hehe mentang2 blogku jarang yg komentar)..meskipun bener sih umumnya komentar itu pasti muncul karena tulisan yg khas/Bagus..
wah…wah…
bener jg tuh…
mestinya hal itu d pertimbangkan jg…
salam kenal. .
http://albet.blogdetik.com/
yap,setuju..
sebenarnya bukan komentarnya yang dilihat..
tapi isi dari postingan itu sendiri..
menarikkah..?
penuh maknakah??
pendapat yang bagus..
Saya taruh linknya diblog D3pd ya, ^_^…V
buk easy pa kabar…??? kangen… >:D< ^^
Salah satu kreteria bolehlah..tapi juga harus di saring mana komentar yang dianggap menanggapi tulisan dan mana kometar yng hanya kunjungan balik..poin ini yg harus lebih diperhatikan oleh dewan juri..maksudnya bukan hanya banyaknya komentar..tapi lebih ke isi komentar yang membangun dan pencerahan..ya khusunya untuk sebuah link yang diperlombakan..
iya ya…kuantitas kan belum tentu berbanding lurus dengan kualitas…
Katakan… apa yach..?
wahh aku malah ga ngeh kalo jumlah komen mempengaruhi
saya justru lebih suka lomba seperti yang diadakan “pogung77″ dimana penilaiannya didasakan pada pringkat di google..
kalo anda ?
Hmm..
Mungkin seharusnya sperti..
Garam dalam masakan..
Ndak ada ndakpapa..
Cuman kurang sedep aja..
Hehehe..
Atoo..
Makan siang ndak pake krupuk..
Waw..
Koq jadi ngomongin makanan yah..
Off dolo ah..
Laper ce..
betul… tp di sini saya liat komentar nya udah banyak2 koq
dan asliiii…
haddiirrrr….
siang siang mengunjungi sahabat, tuk memohon maaf dan mengharap kemurahan hati sahabat tuk sekedar memaafkan segala kesalahan yang telah aku perbuat.
Mari kita luruskan niat, sucikan hati, semoga Ramadhan dapat mengantar kita kembali fitri
cu….
note: sorry.., komenx-nya ntar aja ya…..
kalo komentar jadi penentu otomatis
blog easy mecahin rekor stiap ada lomba
Inilah salah satu persyaratan yg menurut sy memang agak subyektif.
Salam kenal.
Komentar memperlengkap sebuah blog. Namun yang perlu juga diperhatikan bahwa sulit untuk memisahkan mana komentar yang main-main (enggak baca abis, cuma ninggalin link, spam, dll) mana yang sungguhan. Karena sulit untuk dipisahkan, maka komentar menjadi tolok ukur yang absurd. Sebaiknya kualitas suatu tulisan tidak diukur dari sesuatu yang samar-samar (absurd), tapi dari sesuatu yang jelas (objektif), atau setidaknya hampir jelas.
Tapi meskipun begitu Lis.. minta komentar dong satu di blog aku
ah akhirnya protes juga die,
saya udah komen dan protes di form lomba itu,
mending dihapus aja deh.
kriteria soal komen itu terlalu mengada-ada saja
soalnya ini lomba untuk publik blogdetik,
bukan untuk SEO-SEO an gitu
gimana seandainya kita ngeblog tanpa ada yang komeng?
artinya dalam batas mana jumlah komeng mampu mempengaruhi bahwa itu bisa disebut blog atau diary
den9an ato tanpa komentar aku teutep menulis..
mustinya isinya dulu….
baru deh luarnya…
setuju banget mba’ easy…
menulislah karena memang kau ingin menulis
bukan karena komentar
kekmana caranya tau komen itu valid apa gak
note eaSy : bukan mo nyerang detikcom ya…
terus nyerang siapa dong…
Selamanya komentar itu penting, tapi kalau masuk kategori penilaian. kayaknya ga penting dech
ckckck …
selamat menjalankan ibadah puasa ya sis
i….waw….
selamat menunaikan ibadah puasa… ^_^
tak bisa dipungkiri kalau blogger butuh komentator untuk menanggapi tulisannya. tapi ya, sebaiknya komentarnya yang nyambung dengan topik lah..
saya dulu hobi nyampah, tapi sekarang udah sadar..
hehe, sebenarnya ada yang lebih penting dari komentar, yaitu pesan yang tersimpan dalan tulisan itu sendiri, iya khan sista? ^_^
hmm belum pernah ikut lomba sih hehehe,btw salam kenal ya ^^
setujuuu..
mungkin pertama harus ngeliat isi tulisannya dulu ya baru mempertimbangakn jumlah coment yg masuk
Komentar kan salah satu indikasi kalo postingannya laris manis. Selain itu sehrusnya kan ada tim penilai langsung yang menilai dari segi kualitas tulisan, bukan banyaknya komentar.
aku koq setuju dengan pemikiran kak easy yah… karena komentar itu kan cuma sekedar interaksi. kebanyakan justru gak ngomenin postingan.. cumaa… sekedar mampir dan menebar sapa saja.
kecuali jika sang komentator juga bisa mendapatkan hadiah dari penyelenggara lombanya. mungkin akan lain ceritanya. Seperti waktu di kopdar warung kopi 17 kemarin. Kita kan sempat ngebahas bagaimana berkomentar dengan taste, seperti slogan eyang, ngeblog dengan taste!
Atau perlukah kita adakan award berkomentar dengan taste?
Asal bobot penilaian untuk komentar jangan mengalahkan bobot penilaian untuk isi tulisan. Bahkan kalau pun sama menurut saya gak adil.
Misalnya, isi tulisan skor maksimalnya 10. Kalo komentar, cukup skor maksimalnya 5 aja. gituh.
Allahu’alam
Mau dapat rupiah segara klik dan daftarkan http://gayabebas.com/?r=milocsovix
setuju sekali. karena orang baru (seperti saya) pasti kalah jumlah komen dngan temen2 yang lebih senior.
salam,
kalasenja
aku pribadi mendukung Mba easy, aku juga sebenarnya
orang baru dalam hal tersebut, tetapi kalau
penilaian seperti itu, itu bakal ngerugikan saya
sebagai orang baru. Memang, hidup penuh persaingan
tapi bagi-bagi dongggg…,kepada junior seperti
saya.
terimakasih
Eddys
saya memang gak banyak komen masuk ke setiap posting saya, bahkan nyaris no comment hehe. Kadang seminggu nambah, dua minggu, malah lebih sebulan baru nambah. Namun … Lho akan tetapi … Tiap kali checking2 blog saya sendiri tetap aja trafficnya bergerak terus. Lha kalau gak ada komen berarti saya pikir alirannya saya ndak mblogger gitu, dan berat. Jadi yang baca kaya lagi ikutan penataran p4 atau lagi ikut kuliah sosiologi hahaha. Tapi yang pasti saya sangat bangga, karena banyak yang nebeng di setiap posting saya untuk jualan obat kuat ataupun video porno … Tuh berarti kan indikasi kalau blog saya laris meski gak ada komen hahahahohoho. Salam ngeblog dengan tulus ikhlas deh hohoho
lha saya malah pernah sekali posting saya baru dapat komen banyak gara2 menang lomba blog. Padahal sebelum diumumkan menang sunyi senyap, kaya postingan sebelum2nya. Hahahaha
“””salam persahabatan dari LIVING..
boleh bertukar link nya..
, thanks b4..”””
jd komentar tu pentingn ya???
tadinya. serius. aye mo tutup komentar untuk semua posting aye sndiri. bahkan shoutmix pun akan di buang.
tp khawatir dikatakan sombong. banyak yg minta di komen, eh setelah di komen, boro2 komen balik, terimaskasih juga kagak. bukan tdk ikhlas juga.
pdahal tak ada yg minta di komen pun, melihat posting yg bagus, aye usahakan komen
ikutan nulis lagi neh..
kangen dah lama gk ngunjungi blogdetik, coz gi kena musibah,,
salam buat semua pengunjung blogdetik
lha kalo’ banyak yg comment berarti tulisannya banyak yg simak, begitu saja kok repot. Cuman yaitu comment2 ga’ bermutu seperti : keren, nice, good, hebaat etc. Itu sih asal2an aja, daripada diem….
komen pertanda banyak yg batja…. kadang-kadang diperlukan juga kali untuk ajang silaturahmi… (weleh…ngomong opo toh mas iki…hehehe)…..
In 2 months of taking Vimax Pills I managed to gain 1.5 inches! My sexual desire increased greatly as well as my erections became fuller and longer lasting…
Hi! GILcWB
Keq nya banyak Spam yang ngasih comment…..