Thongin - Fhangin Sama Saja
True Story November 6th, 2008
Beberapa minggu lalu saya diminta menemani Aisyah untuk menemui om angkatnya yang sedang berada di Palembang. Bayangan saya waktu itu bakal bertemu dengan seorang laki-laki yang sudah matang (usia 40 tahun keatas). Namun.. weks, ternyata om yang dimaksud adalah laki-laki muda yang seusia dengan saya. Dan berjumlah 5 orang pula ! waduh Aisyah gak bilang-bilang sebelumnya.
Ke 5 orang laki-laki ini semuanya “Thongin” asli Bangka. Mereka singgah di Palembang setelah balik dari perjalanan liburan ke Bali dengan membawa kendaraan sendiri. Saat pertemuan berlangsung si Aisyah malah sibuk sendiri dengan handphonenya, maka jadilah saya yang terlibat aktif ngobrol dengan mereka. Mungkin karena kami berasal dari 1 daerah yang sama sehingga obrolan menjadi seru dan tidak kaku. Walaupun mereka Thongin dan saya adalah Fhangin, tapi rasanya itu bukanlah suatu penghalang dalam hubungan pertemanan.
Masih bingung apa itu Thongin dan Fhangin ?
Thongin dan Fanghin itu cara orang Bangka menyebut etnis. Thongin adalah sebutan untuk orang China dan Fhangin untuk orang Melayu/Pribumi . Suatu hari kalau Anda sedang berada di Bangka dan ada yang bertanya “kamu thongin atau fhangin ?” itu berarti ia sedang menanyakan etnis. Namun pertanyaan itu tidak berarti mau menyudutkan suatu kaum. Di kampung halaman saya itu tidak ada istilah sekat-sekat antar golongan karena sejak jaman moyang dulu kehidupan di Bangka telah terjadi pembauran yang menerobos batas-batas ras, agama, ekonomi dan sosial.
tanya Pak Gub deh kalau gak percaya…
Itulah yang saya suka dan saya banggakan dengan gaya hidup di Bangka. Di Pulau saya tercinta itu tak ada pengkotak-kotakan mana China mana Melayu/Pribumi. Disaat saya lebaran, teman-teman yang China dan teman non muslim ikut berkunjung datang, begitu juga sebaliknya, ketika mereka merayakan Imlek (kami menyebutnya “kongnyan”) maka yang melayu/non chinnese juga ikut bersilaturahmi. Jadi rasanya tak berlebihan jika Pulau Bangka disebut sebagai “The Miracle Island“
Oleh karena itu juga, ketika di tahun 98 lalu sedang marak-maraknya kasus penjarahan dan pemerkosaan terhadap orang china di ibukota Jakarta
, berbondong-bondong orang china hijrah ke Bangka Belitung. Di sini mereka hidup dengan aman damai tentram berdampingan dgn melayu. Dan saya, sebagai Pujakesuma (Putri Jawa kelahiran Sumatera), sama sekali tak keberatan dgn kenyataan itu. Justru saya bangga ketika kita bisa dengan lapang menerima berbagai perbedaan.
——————————————————–
Perbedaan itu tak selamanya harus disikapi sebagai hal yang berbeda pula. Kalaulah kita menyadari bahwa kita ini memang berbeda satu sama lain, lantas kenapa harus kita cari lagi perbedaan itu ? kenapa kita tidak menggantinya dengan mencari persamaan ? Bahwa sesungguhnya kita ini adalah sama, sama-sama makhluk lemah ciptaan-Nya
About
indah nian jika semua daerah bisa macam itu. namun tak bisa pula kita pungkiri, bahwa prasangka berdasarkan persoalan etnik ini masih ada di sejumlah daerah (-yg pernah saya tau).
Jika ada masalah, maka persoalan ada untuk dipecahkan, bukan untuk disembunyikan dan ditutup-tutupi dengan berbagai argumen, sebagaimana pernah ada mayoritas analisis atas sebuah konflik etnik yang disebutkan bersumber dari masalah ekonomi, padahal orang setempat sebagaimana yg saya temui sama sekali tidak menganggap masalahnya dari situ.
Namun mungkin para ahli sosial yang berada di balik tembok intelektualitas itu jauh lebih mengerti dan merasa bisa menjelaskan tentang apa yang ‘harusnya’ dirasakan oleh mereka yg merasakannya.
Kita harus jujur, bukan menutup-nutupi jika ada masalah. Sebab kita harus menjadi sebuah bangsa yang utuh, bukan hanya menjadi sebuah negara
Sepakatkah Nanda?
Pertamax

Perbedaan itu tetap perlu,tidak perlu diganti dengan persamaan, justru dengan perbedaan itu kita bisa saling melengkapi, saling mengisi dan tentuya belajar untuk bertoleransi
Wuih.. sorry..
pertamaxkeduaxxx..kok bisa keduluan di booking padahal td komen blon ada komentar lain ..kalah cepat ngetikbtw, thanks sudah nambah 2 kosa kata baru, sapa tahu aku ke Bangka jadi ngerti..so..nggak bloon2 amat
*mode : kabur + tengsin on
Di sini (denpasar) toleransinya jg tinggi. Ada beberapa masjid yg aq datangin, ternyata, bersebelahan dg pura. Met kenal ya
perbedaan ada untuk saling menghargai dan menerima. :). Dipapua juga suku–agama bermacam2, tapi Alhamdulillah smua bisa saling menghargai….
Thongin - Fhangin hehe… kata2 yg aneh di telingaku
sahabat klo Thongin en Fhangin itu dari bahasa apa ya?
Smoga didaerah lain bisa mencontoh BANGKA.
Coba smua ‘umat’ punya kesadaran yang sama tentang perbedaan, damailah dunia ini
Perbedaan itu sama indahnya dgn persamaan.. Intinya balik pd masing2 individu tuk nyikapin perbedaan itu
Jalinan siraturahmi yang kuat yah disana saluttt
perkuat silahturahmi antar sesama.
Biarin mahasiswa tawur.
Biarin Pelajar tawur.
tetapi Blogger tetap rukun
yup, great topic
Aku msh di sini waktu 98 itu, di sni aman2 aja. sama kek di Bangka, jd tpt pelarian…
kenapa msh ada pengkotak-kotakan spt itu.
Bukankah kita semua sama di mata Nya ?
Hanya sbrp besar keimanan kita di hdpn Nya yg dia nilai.
Perbedaan itu indah, u/ saling mengisi & melengkapi..
Coba pikir & bayangi gimana kalo kita semua sama ? Laki semua or p’puan semua ?
.. tulisanmu kali ini dalem dan mengharukan….

inti bhinneka tunggal ika ya lies
.. kalo saya apa ya ? thong bukan fhang bukan …
orang masih menganggap perbedaan itu sebuah hal yang sangat comparatif bgt lies, orang aja masih memandang rendah kepada orang miskin dan kumuh.
http://oktasihotang.com/2008/11/06/tak-ada-yang-abadi/
dari lima itu, siapa yang paling kamu taksir?

Setuju…
Jadikan perbedaan itu suatu landasan untuk menuju era hidup baru…
Berbeda beda tetapi tetap satu jua
Bhineka Tunggal Ika
Harus lebih diperdalam maknanya ditengah krisis nasionalisme saat ini, GREAT POST easy!!!
easy dari belitong ya…
bagian dari Laskar Pelangi dong…hee..hee
peace
yans
http://yans.blogdetik.com
aku baca karena dari judulnya yang tak asing ditelingaku. walopun aku lahir dan besar di jkt, tp kedua (alm) ortuku dari bangka, sungailiat tepatnya.
salam kenal yaa…
mudah2an kebersamaan dapat diwujudkan ditengah masyarakat kita untuk masa2 akan datang serta kejadian ditahun 98 itu tidak akan pernah terjadi lagi.
setuju non..’ga ada guna bertikai…gue masih berharap indonesia maju…!!!
yo Thongin dan Fhangin ? sy sunda asli jawa barat. hiii. ii so kenalan aja ya http://asephd.co.cc
Yang di cari kedamaian bukan begitu kalau ada yang beda itu proses yang harus bisa di satukan
berarti saya Thongin dan Fhangin dong sy….jadi bisa kemana-mana, yang jelas perbedaan adalah anugerah dan suatu kelebihan yang harus menjadikan kita semakin kuat dengan resep saling menghargai.
Oalah Pujakesuma kie singkatan dari itu thooo
Lha podho karo akuu
aku juga Pujakesuma = Putera Jawa Kelahiran Sumarang
hahahahaha
Kompak, dan itu bagus!
Eh Lies, kalo orang Thongin kawin sama orang Fhangin mungkin anak2 nya disebut ThongPan ya?
Iyaa, disini ada Itik Tongpan, hasil kawin silang itik biasa dgn itik jawa (itik yg besar). Jd disebut itik tongpan.
Coba nanti lies tanya sm orang Thongin arti dari Tongpan.
Pujakusuma etnis baru lagi ya? Hehehehe
Klo gitu gw anak janda dunk, jawa-sunda.
perbedaan jelas bukan halangan,justru
jadi aneka warna yg indah bukan..??
thongin- fangin- jawangin - sundangin- amerikangin- negrongin….
semua sama. ciptaan Allah dengan segala kelebihan dan kekurangannya…
Andai semua mahluk di bumi Allah ini memahami arti sebuah perbedaaan . gak ada teroris lagi yah …
heheheh jadi pengen ke bangka … .. makanan khas nya apa ya easy di sana ?
ruanghati ngapain juga ke Bangka.., Jakarta aza nyasar..
betul bangat easy….tetangga saya juga seperti chinese tapi orang bangka asli katanya, mungkin fhangin ya…
saya suka membaca artikel anda, layak di baca dan di renungkan ( bukan memujih karena saya bukan syaik pujih yang menikahi anak di bawah umur menurut undang-undang apalagi memujah bisa musyrik kata ustas)
http://esaifoto.wordpress.com
wah saya baru tau ada istilah ini, thanks buat sharingnya
Kalo ga salah ada juga istilah Honggin - Fankui

ga tau penulisannya benar yang mana maklum ga’ tau persis hehehe……
saya tau istilah itu dari nenek, Maklum ada keturunan etnis china juga
Mungkin Hong gin - Fan kui istilah dari Palembang kali ya? coba mba’ Lies cari tau, siapa tau benar
perbedaan ada untuk saling mengenal
bukan untuk dileburkan apalagi sbg alasan pertikaian
“andai aku letto…wes pasti aku wong jowoooo”
yuuuk rukuuun
Exactly…., postingan yg educated & inspiring
betul : semua suku, ras, agama, golongan,
sama hak, kewajiban dan kedudukannya
dan baru saja rakyat AS memberi
pelajaran bg kt semua,
si kulit hitam Obama
dipercaya memimpin negeri adidaya itu
semoga suatu saat nanti dari Belitung
bs jd Presiden RI, alias
tak cuma ngetop krn Laskar Pelangi…monggo
ada yang nyantol gak?
aku punya teman di belinyu
sy pengen ke bangka, entah kpn itu bs terwujud
Pada dasarnya masyarakat indonesia itu toleran… tapi para petinggi di negeri ini suka banget ngadu domba agar masyarakatnya rusuh!
patut dicontoh daerah lain itu teh..
kapan yaa saia bisa maen kesana?
waktu aku tinggal di bangka koq rasanya ada perbedaan ya?
beda itu indah
baru pertama kali denger istilah itu!
kapan2 praktekin ahhh!
wekekekkeek!
grogi yah mbak ketemu thongin
menyenagkan menyadari sebuah perbedaan tapi tidak membuat menjadi suatu masalah.
perbedaan itu indah, justru itu yang membuat dunia ini semarak
menjadi minoritas tanpa merasa menjadi minoritas.
menyenangkan dan menenangkan.
Kalo orang melayu keturunan cina, jadinya ThoFhangin ato angin topan…?
Lies…perbedaan bukan untuk diperdebatkan, tapi kan malah memperkaya kebudayaan kita toh? hehehe…
weeehh.. saya jadi nambah vocab baru nih..
makasih Lies..
pengen banget deh ke Bangka…:)
perbedaan bukan menjadi suatu hambatan pak.
sesuai dengan semboyan kita
“Bhineka Tunggal Ika”
“Perbedaan itu tak selamanya harus disikapi sebagai hal yang berbeda pula”
Saya stuju dngn klmat diatas… Buat apa mmprslahkan prbdaan? Jika dngn prsmaan qt bsa hdup tntram
senang sekali pagi2 begini baca postingan yang bagus seperti ini
ah… jadi inget seseorang yang pernah menasehati saya tentang perbedaan
TuMbeN biJAk (Kata2 Terakhir),,,,,hahaha …
Biasanya NyerocoS,, ekekekek …
Memang sesama ciPtaan_NYA g boleh deCH ada saling cari2 Perbedaan ,,Mending cari Kesamaanya aja,,,hihi ,,kayak kita ini kan sama2 Blogger Maniak,,ehm…
jadi pengen bikin blog dsini. seru kyknya
http://www.adamsign.com
truss.. pengen juga ke bangka.. hehe nyari amoi bangka (wakakaka)
Hai Semua…Lam Kenal y…Ikutan bisnis yuuukkk…
Coba deh, pasti menarik n nguntungin banget…
Q udah buktiin koq…
check my blog…
http://uangpanassekalee.blogspot.com
Nanya neh, kalo Thongin sama Fanghin nikah dan punya anak atau sebaliknya, terus sebutan untuk golongan si anak apa Sy?
Yang membedakan kita hanya asal dan bahasa juga kebiasaan, sisanya kita sma2 mahluk ciptaan Tuhan kannnn..
setuju sama-sama.
Memang, perbedaan bukanlah hal yang harus diributkan atau dibesar2kan.
Bukankah justru karena perbedaan hidup manusia menjadi lebih berwarna ?
great post…
salam kenal,saya asli dari bangka, fhangin. terima kasih telah mempromosikan ” the miracle island”. lebih banyak lagi kearifan lokal yang tersimpan di bangka belitong selain “fhangin thongin jit jiong” (melayu cina sama saja).
hal ini sekaligus membuktikan kepada mereka2 yang berpikiran kerdil menganggap melayu adalah brengsek, hanya gara2 tindakan kurang terpuji malaysia bahwa melayu lebih mulia dari yang mereka pikirkan.
semoga pikiran dan hati mereka segera dibukakan oleh Allah SWT.
seluruh masyarakat bangka malah sangat marah dengan peristiwa pembantaian saudara2 mereka yang terjadi pada tahun ‘98, tidak terkecuali fhangin.
secara logika, yang tinggal di ibukota harus lebih bisa menghargai perbedaan.
untuk yang belum pernah ke bangka n belitong. kami tunggu kedatangannya.
hahahaa.. blog mu bagus lho.
salut, membuktikan bahwa kita disini semua punya jiwa menghargai n toleransi yang kuat. kita mencintai perbedaan, yang akhirnya memberikan kita nilai plus: wawasan bertambah n teman juga bertambah.
Oya bagi teman2 yang menanyakan anak dr hasil fan ngin dan thong ngin, sebutan buat si anak… “Pan Thong Fan”. ( setengah cina-melayu/pribumi ) n rata rata mereka masih fasih bahasa cina juga.
aku thong ngin Belinyu
oya.. mewakili thong ngin Belijong mo ucapin thank buat fan ngin Belinyu ya.. waktu kejadian 98 mereka bener2 bisa membuat thong ngin tenang.
fan ngin thong ngin batak ngin …. ngin
wo men i cia ren ( kita adalah satu keluarga)
In 2 months of taking Vimax Pills I managed to gain 1.5 inches! My sexual desire increased greatly as well as my erections became fuller and longer lasting…
Hi! dEJUBz
Hi! XQElga IcFLobx