Beberapa minggu lalu saya diminta menemani Aisyah untuk menemui om angkatnya yang sedang berada di Palembang. Bayangan saya waktu itu bakal bertemu dengan seorang laki-laki yang sudah matang (usia 40 tahun keatas).  Namun.. weks, ternyata om yang dimaksud adalah laki-laki muda yang seusia dengan saya. Dan berjumlah 5 orang pula ! waduh Aisyah gak bilang-bilang sebelumnya.

Ke 5 orang laki-laki ini semuanya “Thongin” asli Bangka. Mereka singgah di Palembang setelah balik dari perjalanan liburan ke Bali dengan membawa kendaraan sendiri. Saat pertemuan berlangsung si Aisyah malah sibuk sendiri dengan handphonenya, maka jadilah saya yang terlibat aktif ngobrol dengan mereka. Mungkin karena kami berasal dari 1 daerah yang sama sehingga obrolan menjadi seru dan tidak kaku. Walaupun mereka Thongin dan saya adalah Fhangin, tapi rasanya itu bukanlah suatu penghalang dalam hubungan pertemanan.

Masih bingung apa itu Thongin dan Fhangin ?

Thongin dan Fanghin itu cara orang Bangka menyebut etnis. Thongin adalah sebutan untuk orang China dan Fhangin untuk orang Melayu/Pribumi . Suatu hari kalau Anda sedang berada di Bangka dan ada yang bertanya “kamu thongin atau fhangin ?” itu berarti ia sedang menanyakan etnis. Namun pertanyaan itu tidak berarti mau menyudutkan suatu kaum. Di kampung halaman saya itu tidak ada istilah sekat-sekat antar golongan karena sejak jaman moyang dulu kehidupan di Bangka telah terjadi pembauran yang menerobos batas-batas ras, agama, ekonomi dan sosial.

tanya Pak Gub deh kalau gak percaya…

bangka islandItulah yang saya suka dan saya banggakan dengan gaya hidup di Bangka. Di Pulau saya tercinta itu tak ada pengkotak-kotakan mana China mana Melayu/Pribumi. Disaat saya lebaran, teman-teman yang China dan teman non muslim ikut berkunjung datang, begitu juga sebaliknya, ketika mereka merayakan Imlek (kami menyebutnya “kongnyan”) maka yang melayu/non chinnese juga ikut bersilaturahmi. Jadi rasanya tak berlebihan jika Pulau Bangka disebut sebagai The Miracle Island

Oleh karena itu juga, ketika di tahun 98 lalu sedang marak-maraknya kasus penjarahan dan pemerkosaan terhadap orang china di ibukota Jakarta 22.gif, berbondong-bondong orang china hijrah ke Bangka Belitung. Di sini mereka hidup dengan aman damai tentram berdampingan dgn melayu. Dan saya, sebagai Pujakesuma (Putri Jawa kelahiran Sumatera), sama sekali tak keberatan dgn kenyataan itu. Justru saya bangga ketika kita bisa dengan lapang menerima berbagai perbedaan.

——————————————————–lov.JPG

Perbedaan itu tak selamanya harus disikapi sebagai hal yang berbeda pula. Kalaulah kita menyadari bahwa kita ini memang berbeda satu sama lain, lantas kenapa harus kita cari lagi perbedaan itu ? kenapa kita tidak menggantinya dengan mencari persamaan ? Bahwa sesungguhnya kita ini adalah sama, sama-sama makhluk lemah ciptaan-Nya :)


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?




65 Comments to “Thongin - Fhangin Sama Saja”

  1.   Pakacil | November 6th, 2008 at 06:41

    indah nian jika semua daerah bisa macam itu. namun tak bisa pula kita pungkiri, bahwa prasangka berdasarkan persoalan etnik ini masih ada di sejumlah daerah (-yg pernah saya tau).

    Jika ada masalah, maka persoalan ada untuk dipecahkan, bukan untuk disembunyikan dan ditutup-tutupi dengan berbagai argumen, sebagaimana pernah ada mayoritas analisis atas sebuah konflik etnik yang disebutkan bersumber dari masalah ekonomi, padahal orang setempat sebagaimana yg saya temui sama sekali tidak menganggap masalahnya dari situ.

    Namun mungkin para ahli sosial yang berada di balik tembok intelektualitas itu jauh lebih mengerti dan merasa bisa menjelaskan tentang apa yang ‘harusnya’ dirasakan oleh mereka yg merasakannya.

    Kita harus jujur, bukan menutup-nutupi jika ada masalah. Sebab kita harus menjadi sebuah bangsa yang utuh, bukan hanya menjadi sebuah negara

    Sepakatkah Nanda?

    benar Pian.
    Waktu saya tinggal di Jogja juga kerasa banget ada pemisah antara anak muda china dan anak muda pribumi.
    mungkin kultur juga ya yang menyebabkan seperti itu.

    tentang bahasan yang Pian ulas, saya sangat sepakat. kita memang harus jujur dalam menyikapi masalah-masalah yang timbul tenggelam di negara ini.
    Kasus etnis2 itu sering mencuat manakala terjadi bentrokan antara dua suku. tentu kita masih ingat kasus2 yang pernah terjadi tanpa harus saya sebut etnis mana yang bertikai…

  2.   harmanto | November 6th, 2008 at 06:44

    Pertamax :D
    Perbedaan itu tetap perlu,tidak perlu diganti dengan persamaan, justru dengan perbedaan itu kita bisa saling melengkapi, saling mengisi dan tentuya belajar untuk bertoleransi :)

    Maaf, Anda keduax :D

  3.   harmanto | November 6th, 2008 at 06:49

    Wuih.. sorry.. pertamax keduaxxx..kok bisa keduluan di booking padahal td komen blon ada komentar lain ..kalah cepat ngetik

    btw, thanks sudah nambah 2 kosa kata baru, sapa tahu aku ke Bangka jadi ngerti..so..nggak bloon2 amat :D

    *mode : kabur + tengsin on

    jangan kabur dulu mas … :D
    belum usai kita bahas persoalan ini.
    kalau nanti ke Bangka jangan lupa mampir kerumah..

  4.   faizmizu | November 6th, 2008 at 06:52

    Di sini (denpasar) toleransinya jg tinggi. Ada beberapa masjid yg aq datangin, ternyata, bersebelahan dg pura. Met kenal ya

    sama ternyata. begitu juga di Bangka. kelenteng dan Masjid dapat rukun bersebelahan

  5.   anty | November 6th, 2008 at 07:13

    perbedaan ada untuk saling menghargai dan menerima. :). Dipapua juga suku–agama bermacam2, tapi Alhamdulillah smua bisa saling menghargai….

    senangnya bila keharmonisan itu tercipta :)

  6.   uni | November 6th, 2008 at 07:17

    Thongin - Fhangin hehe… kata2 yg aneh di telingaku :D
    sahabat klo Thongin en Fhangin itu dari bahasa apa ya?

    bahasa china di Bangka uni..

  7.   Daniel | November 6th, 2008 at 07:39

    Smoga didaerah lain bisa mencontoh BANGKA.

    saya yakin ada banyak daerah lain juga yang tidak lagi menyekat-nyekat antar etnis :)

  8.   naufalaziz | November 6th, 2008 at 07:43

    Coba smua ‘umat’ punya kesadaran yang sama tentang perbedaan, damailah dunia ini :-)

    adem ayem..

  9.   Eeta | November 6th, 2008 at 07:48

    Perbedaan itu sama indahnya dgn persamaan.. Intinya balik pd masing2 individu tuk nyikapin perbedaan itu

    iya Mbak, memang balik lagi ke individu masing-masing ya

  10.   Gelandangan | November 6th, 2008 at 08:38

    Jalinan siraturahmi yang kuat yah disana saluttt

    semoga terus terjaga hingga akhir hayat

  11.   Heru Susanto | November 6th, 2008 at 08:41

    perkuat silahturahmi antar sesama.
    Biarin mahasiswa tawur.
    Biarin Pelajar tawur.
    tetapi Blogger tetap rukun

    kalo gitu kita udah pantes mendirikan Partai Blogger Bersatu :D
    mas heru mau jadi pemimpinnya ga? hehehe

  12.   Rajawali Samudra | November 6th, 2008 at 08:45

    yup, great topic

    Aku msh di sini waktu 98 itu, di sni aman2 aja. sama kek di Bangka, jd tpt pelarian…

    kenapa msh ada pengkotak-kotakan spt itu.
    Bukankah kita semua sama di mata Nya ?
    Hanya sbrp besar keimanan kita di hdpn Nya yg dia nilai.

    Perbedaan itu indah, u/ saling mengisi & melengkapi..

    Coba pikir & bayangi gimana kalo kita semua sama ? Laki semua or p’puan semua ?

    waduh ga enak banget kak kalo kita semua sejenis.
    saya tetap ingin ada laki-laki di dunia ini ^^

  13.   warmorning | November 6th, 2008 at 08:54

    .. tulisanmu kali ini dalem dan mengharukan….
    inti bhinneka tunggal ika ya lies :)
    .. kalo saya apa ya ? thong bukan fhang bukan … :D

    hahaha..
    jadi keinget kemarin pas lagi search gambar dengan keyword “thongin” di google..
    si om gugel malah nyaranin saya cari “thong in china”..
    dan wedew.. gambar2 yang disodorin adalah gambar2 sekseh cowok/cewek pake cd model Thong…

  14.   okta sihotang | November 6th, 2008 at 09:12

    orang masih menganggap perbedaan itu sebuah hal yang sangat comparatif bgt lies, orang aja masih memandang rendah kepada orang miskin dan kumuh.
    http://oktasihotang.com/2008/11/06/tak-ada-yang-abadi/

    iya memang itulah kehidupan nyata.
    yang penting ktia tidak begitu kan okta ?
    bukan hak kita sesama manusia untuk menilai dia rendah..

  15.   kw | November 6th, 2008 at 09:16

    dari lima itu, siapa yang paling kamu taksir?
    :)

    ah, saya masih tetap cinta dengan “Papa”.
    belum ada rencana menggantikannya dengan orang lain :D

  16.   Orang bijak | November 6th, 2008 at 09:39

    Setuju…
    Jadikan perbedaan itu suatu landasan untuk menuju era hidup baru…

    songsong era baru yang lebih baik untuk Indonesia…

  17.   anny | November 6th, 2008 at 09:44

    Berbeda beda tetapi tetap satu jua
    Bhineka Tunggal Ika
    Harus lebih diperdalam maknanya ditengah krisis nasionalisme saat ini, GREAT POST easy!!! :)

    bhinneka tunggal ika yang tinggal nama.
    kadang maknanya terasa minim sekali ditengah2 kemajemukan masyarakat Indonesia

  18.   yans | November 6th, 2008 at 09:57

    easy dari belitong ya…
    bagian dari Laskar Pelangi dong…hee..hee
    peace

    yans
    http://yans.blogdetik.com

    hehehe.. iya Bangka Belitung kan satu propinsi namun beda pulau

  19.   fianty | November 6th, 2008 at 10:04

    aku baca karena dari judulnya yang tak asing ditelingaku. walopun aku lahir dan besar di jkt, tp kedua (alm) ortuku dari bangka, sungailiat tepatnya.
    salam kenal yaa…

    salam kenal juga.
    kapan ke sungailiat lagi ? :)

  20.   azlankadir | November 6th, 2008 at 10:04

    mudah2an kebersamaan dapat diwujudkan ditengah masyarakat kita untuk masa2 akan datang serta kejadian ditahun 98 itu tidak akan pernah terjadi lagi.

    semoga Bang. kejadian 98 itu potret buruk bangsa kita yang terpecah belah.. moga tak akan terulang lagi

  21.   arief041277 | November 6th, 2008 at 10:04

    setuju non..’ga ada guna bertikai…gue masih berharap indonesia maju…!!!

    Amin.
    semoga harapan kita akan Indonesia terwujud

  22.   Kaka | November 6th, 2008 at 10:10

    yo Thongin dan Fhangin ? sy sunda asli jawa barat. hiii. ii so kenalan aja ya http://asephd.co.cc

    kang asep mah sunda banget yak

  23.   kanam | November 6th, 2008 at 10:21

    Yang di cari kedamaian bukan begitu kalau ada yang beda itu proses yang harus bisa di satukan

    yap, perbedaan bukan halangan untuk bersatu

  24.   mohamad handy | November 6th, 2008 at 11:00

    berarti saya Thongin dan Fhangin dong sy….jadi bisa kemana-mana, yang jelas perbedaan adalah anugerah dan suatu kelebihan yang harus menjadikan kita semakin kuat dengan resep saling menghargai.

    setuju bang :)

  25.   Yogi | November 6th, 2008 at 11:21

    Oalah Pujakesuma kie singkatan dari itu thooo
    Lha podho karo akuu

    aku juga Pujakesuma = Putera Jawa Kelahiran Sumarang

    hahahahaha

    maksa banget sumarangnya :))

  26.   zfly | November 6th, 2008 at 11:38

    Kompak, dan itu bagus!

    Eh Lies, kalo orang Thongin kawin sama orang Fhangin mungkin anak2 nya disebut ThongPan ya?
    Iyaa, disini ada Itik Tongpan, hasil kawin silang itik biasa dgn itik jawa (itik yg besar). Jd disebut itik tongpan.
    Coba nanti lies tanya sm orang Thongin arti dari Tongpan.

    kalo diBangka banyak banget yang kawin silang antara thongin dan Fhangin. tetanga saya aja ada 4 beradik thongin kesemuanya nikah dengan Fhangin. bukan hal yang aneh..

    lalu kalau tongpan.. saya belum pernah denger istilah itu Kak… :mrgreen:

  27.   ayamcinta | November 6th, 2008 at 11:39

    Pujakusuma etnis baru lagi ya? Hehehehe
    Klo gitu gw anak janda dunk, jawa-sunda.

    hahaha.. ga enak banget kalo disingkat janda :D

  28.   nina | November 6th, 2008 at 12:05

    perbedaan jelas bukan halangan,justru
    jadi aneka warna yg indah bukan..??

    bener banget..

  29.   latree | November 6th, 2008 at 12:09

    thongin- fangin- jawangin - sundangin- amerikangin- negrongin….

    semua sama. ciptaan Allah dengan segala kelebihan dan kekurangannya…

    lama-lama bisa masuk angin :D

  30.   ruanghati | November 6th, 2008 at 12:34

    Andai semua mahluk di bumi Allah ini memahami arti sebuah perbedaaan . gak ada teroris lagi yah …

    heheheh jadi pengen ke bangka … .. makanan khas nya apa ya easy di sana ?

    makanan khasnya banyak banget, otak-otak, lempah kuning, lempah darat, martabak bangka, siput gunggung… dan lainnya

  31.   husin | November 6th, 2008 at 12:46

    ruanghati ngapain juga ke Bangka.., Jakarta aza nyasar.. :)
    betul bangat easy….tetangga saya juga seperti chinese tapi orang bangka asli katanya, mungkin fhangin ya…

    mungkin hasil perkawinan silang antara thongin dan fhangin

  32.   esaifoto | November 6th, 2008 at 13:18

    saya suka membaca artikel anda, layak di baca dan di renungkan ( bukan memujih karena saya bukan syaik pujih yang menikahi anak di bawah umur menurut undang-undang apalagi memujah bisa musyrik kata ustas)

    http://esaifoto.wordpress.com

    hehehe. thaks mbak :)
    blognya mbak juga asik

  33.   pimbem | November 6th, 2008 at 13:19

    wah saya baru tau ada istilah ini, thanks buat sharingnya :wink:

    berarti pimbem masuk fhangin kalo disana :D

  34.   ndang | November 6th, 2008 at 13:27

    Kalo ga salah ada juga istilah Honggin - Fankui
    ga tau penulisannya benar yang mana maklum ga’ tau persis hehehe……
    saya tau istilah itu dari nenek, Maklum ada keturunan etnis china juga :)
    Mungkin Hong gin - Fan kui istilah dari Palembang kali ya? coba mba’ Lies cari tau, siapa tau benar :)

    gak pernah denger malah.
    mungkin itu dipakai oleh orang-orang lama ya

  35.   cebong ipiet | November 6th, 2008 at 14:06

    perbedaan ada untuk saling mengenal
    bukan untuk dileburkan apalagi sbg alasan pertikaian

    “andai aku letto…wes pasti aku wong jowoooo”

    yuuuk rukuuun

    hahaha.. ga usah nyanyi disini..

  36.   mikekono | November 6th, 2008 at 14:39

    Exactly…., postingan yg educated & inspiring
    betul : semua suku, ras, agama, golongan,
    sama hak, kewajiban dan kedudukannya
    dan baru saja rakyat AS memberi
    pelajaran bg kt semua,
    si kulit hitam Obama
    dipercaya memimpin negeri adidaya itu
    semoga suatu saat nanti dari Belitung
    bs jd Presiden RI, alias
    tak cuma ngetop krn Laskar Pelangi…monggo

    berarti musti tunggu om Yusril menangin pemilu Presiden ^^
    eh Ketua KPK Pak Antasari kan juga asli Bangka…

  37.   thevemo | November 6th, 2008 at 14:48

    ada yang nyantol gak?
    aku punya teman di belinyu

    oo di belinyu. Martabak belinyu-nya tuh yang paling TOP.
    salam aja untuk temannya di belinyu ya

  38.   Amel | November 6th, 2008 at 14:50

    sy pengen ke bangka, entah kpn itu bs terwujud :D

    ayo mel, bareng saya ntar kalo mudik

  39.   qizinklaziva | November 6th, 2008 at 14:51

    Pada dasarnya masyarakat indonesia itu toleran… tapi para petinggi di negeri ini suka banget ngadu domba agar masyarakatnya rusuh!

    hmm..

  40.   namada | November 6th, 2008 at 16:04

    patut dicontoh daerah lain itu teh..
    kapan yaa saia bisa maen kesana? :)

    ayo mada..
    ajak arhiest sekalian

  41.   julie | November 6th, 2008 at 16:14

    waktu aku tinggal di bangka koq rasanya ada perbedaan ya?

    hmm.. tinggal dimana maren mbak ?
    kalo aku so far dari kecil hingga sekarang tetap terjain pertemanan dengan yang china.
    bahkan hingga kini..

  42.   depz | November 6th, 2008 at 16:31

    beda itu indah

    dan indah tak selalu berbeda :D

  43.   trendy | November 6th, 2008 at 16:53

    baru pertama kali denger istilah itu!
    kapan2 praktekin ahhh!
    wekekekkeek!

    mau dipraktekin dimana trend?

  44.   fanz | November 6th, 2008 at 17:07

    grogi yah mbak ketemu thongin :D

    wehehehe..
    saya lebih grogi kalau bertemu Papa

  45.   OktaEndy | November 6th, 2008 at 19:20

    menyenagkan menyadari sebuah perbedaan tapi tidak membuat menjadi suatu masalah.
    perbedaan itu indah, justru itu yang membuat dunia ini semarak :)

    menjadi minoritas tanpa merasa menjadi minoritas.
    menyenangkan dan menenangkan.

    yap..
    minoritas itu tak berarti harus terasingkan..

  46.   Eko Madjid | November 6th, 2008 at 20:26

    Kalo orang melayu keturunan cina, jadinya ThoFhangin ato angin topan…?

    hahaha… ga ada sebutan…

  47.   shanti | November 6th, 2008 at 21:21

    Lies…perbedaan bukan untuk diperdebatkan, tapi kan malah memperkaya kebudayaan kita toh? hehehe…
    weeehh.. saya jadi nambah vocab baru nih..
    makasih Lies..

    sama-sama shan..

  48.   Andre | November 7th, 2008 at 00:20

    pengen banget deh ke Bangka…:)

    semoga terwujud ya impian ke Bangkanya..
    hati-hati nanti kepincut Sandra Dewi ^^

  49.   budi | November 7th, 2008 at 00:26

    perbedaan bukan menjadi suatu hambatan pak.
    sesuai dengan semboyan kita

    “Bhineka Tunggal Ika”

    tolong jangan panggil saya Pak.
    seinget saya itu panggilan untuk kaum Adam :)

  50.   Ardy Pratama | November 7th, 2008 at 02:48

    “Perbedaan itu tak selamanya harus disikapi sebagai hal yang berbeda pula”

    Saya stuju dngn klmat diatas… Buat apa mmprslahkan prbdaan? Jika dngn prsmaan qt bsa hdup tntram :)

    akurr :)

  51.   biru | November 7th, 2008 at 07:01

    senang sekali pagi2 begini baca postingan yang bagus seperti ini :)

    senang juga pagi2 udah dikunjungi ma biru :)

  52.   Triana | November 7th, 2008 at 15:54

    ah… jadi inget seseorang yang pernah menasehati saya tentang perbedaan :D

    siapa tuuuu ? ;)

  53.   Anak KampuNK | November 9th, 2008 at 05:48

    TuMbeN biJAk (Kata2 Terakhir),,,,,hahaha …

    Biasanya NyerocoS,, ekekekek …

    Memang sesama ciPtaan_NYA g boleh deCH ada saling cari2 Perbedaan ,,Mending cari Kesamaanya aja,,,hihi ,,kayak kita ini kan sama2 Blogger Maniak,,ehm…

    sedang berusaha untuk jadi wanita bijak :)

  54.   kemal adam | November 9th, 2008 at 16:33

    jadi pengen bikin blog dsini. seru kyknya

    http://www.adamsign.com

    bikin dong.. biar makin seru

  55.   kemal adam | November 9th, 2008 at 16:34

    truss.. pengen juga ke bangka.. hehe nyari amoi bangka (wakakaka)

    jangan kaget kalo nemu 5 karung sandra dewi :D

  56.   adit | November 9th, 2008 at 21:14

    Hai Semua…Lam Kenal y…Ikutan bisnis yuuukkk…
    Coba deh, pasti menarik n nguntungin banget…
    Q udah buktiin koq…

    check my blog…

    http://uangpanassekalee.blogspot.com

  57.   gasgus | November 10th, 2008 at 17:31

    Nanya neh, kalo Thongin sama Fanghin nikah dan punya anak atau sebaliknya, terus sebutan untuk golongan si anak apa Sy?

    wah ga ada sebutan. berarti sih dia keturunan dua-duanya :)

  58.   1nd1r4 | November 10th, 2008 at 19:07

    Yang membedakan kita hanya asal dan bahasa juga kebiasaan, sisanya kita sma2 mahluk ciptaan Tuhan kannnn..

    setuju !

  59.   ATM Tukang | November 11th, 2008 at 14:41

    setuju sama-sama.

    toss

  60.   sandalilang | November 14th, 2008 at 16:25

    Memang, perbedaan bukanlah hal yang harus diributkan atau dibesar2kan.
    Bukankah justru karena perbedaan hidup manusia menjadi lebih berwarna ?

    great post…

    yup,setuju :)

  61.   budak bangka' | May 3rd, 2009 at 15:28

    salam kenal,saya asli dari bangka, fhangin. terima kasih telah mempromosikan ” the miracle island”. lebih banyak lagi kearifan lokal yang tersimpan di bangka belitong selain “fhangin thongin jit jiong” (melayu cina sama saja).
    hal ini sekaligus membuktikan kepada mereka2 yang berpikiran kerdil menganggap melayu adalah brengsek, hanya gara2 tindakan kurang terpuji malaysia bahwa melayu lebih mulia dari yang mereka pikirkan.
    semoga pikiran dan hati mereka segera dibukakan oleh Allah SWT.
    seluruh masyarakat bangka malah sangat marah dengan peristiwa pembantaian saudara2 mereka yang terjadi pada tahun ‘98, tidak terkecuali fhangin.
    secara logika, yang tinggal di ibukota harus lebih bisa menghargai perbedaan.
    untuk yang belum pernah ke bangka n belitong. kami tunggu kedatangannya.

  62.   hellie | May 16th, 2009 at 17:02

    hahahaa.. blog mu bagus lho.
    salut, membuktikan bahwa kita disini semua punya jiwa menghargai n toleransi yang kuat. kita mencintai perbedaan, yang akhirnya memberikan kita nilai plus: wawasan bertambah n teman juga bertambah.

    Oya bagi teman2 yang menanyakan anak dr hasil fan ngin dan thong ngin, sebutan buat si anak… “Pan Thong Fan”. ( setengah cina-melayu/pribumi ) n rata rata mereka masih fasih bahasa cina juga.

    aku thong ngin Belinyu :)
    oya.. mewakili thong ngin Belijong mo ucapin thank buat fan ngin Belinyu ya.. waktu kejadian 98 mereka bener2 bisa membuat thong ngin tenang.

    fan ngin thong ngin batak ngin …. ngin
    wo men i cia ren ( kita adalah satu keluarga)

    hello :)
    bagus banget hasil foto2nya… sukses ya…

  63.   Vimax Pills | November 15th, 2009 at 23:04

    In 2 months of taking Vimax Pills I managed to gain 1.5 inches! My sexual desire increased greatly as well as my erections became fuller and longer lasting…

  64.   RdzSjf | November 20th, 2009 at 04:39

    Hi! dEJUBz

  65.   viagra | November 28th, 2009 at 00:15

    Hi! XQElga IcFLobx

Leave a Comment