peta jawaLagi-lagi testnya di kota laknat Jakarta yang berada di tanah Jawa. Apa mereka pikir semua rakyat Indonesia ini memiliki uang untuk ongkos bolak balik Jakarta ? Apa mereka pikir hanya Jakarta yang layak dijadikan pusat dalam melaksanakan sebuah kepentingan orang banyak? Atau memang karena mereka hanya ingin menerima karyawan dari golongan orang-orang yang mampu ?

*ah beruntunglah bagi orang-orang susah yang tinggal di Jakarta*

Postingan bernada protes ini saya buat setelah membaca informasi penting ini. Tentang lowongan kerja di PT Pelindo, salah satu BUMN terbesar. Yang membuat saya miris adalah sebaris informasi berikut :

  • Untuk Pelamar Tingkat S1 dan D3, tes hanya akan diselenggarakan di Jakarta

Kenapa test hanya dilaksanakan di Jakarta ? Bagaimana jika ada banyak SDM-SDM handal di daerah yang tidak mampu ? Huhh, tentu kita sudah terbiasa dengan kenyataan buruk ini. Seringkali BUMN dan juga Departemen Pemerintahan membuka lowongan  terbuka untuk seluruh rakyat Indonesia namun hanya melaksanakan test terpusat di Jakarta.

job searchSelain karena terpusat di jakarta, hal lain yang juga menyebalkan adalah banyaknya syarat administrasi yang harus dipenuhi walaupun status kita masih sebagai pelamar. Seperti untuk lowongan di Pelindo ini, syarat lain yang harus dibawa saat mengikuti test adalah diwajibkan membawa 5 macam surat pernyataan lengkap dengan surat bebas narkoba. Hayyah.. 5 surat pernyataan maka berarti harus menyiapkan 5 buah materai seharga @ Rp. 6,000.

Berikut ini hanya sekedar hitung-hitungan jika saya menjadi pelamar :

  1. Ongkos PP jakarta - Palembang. Jika naik pesawat akan menghabiskan dana Rp. 900,000 (sudah termasuk airport tax), jika naik bus menghabiskan dana Rp. 500 ribu
  2. 5 buah materai @ Rp. 6.500. Total = Rp 32,500
  3. Surat bebas narkoba Rp. 20,000
  4. Transport selama saya di Jakarta. Jika saya bermalam dirumah kakak yang di margonda Depok, maka dari bandara saya harus naik bus ke pasar minggu Rp. 20.000. lalu dari pasar minggu ke rumah kakak naik ojek Rp. 20.000. Berarti untuk PP saya dari Bandara ke rumah kakak menghabiskan dana Rp. 80,000
  5. Transport untuk ke lokasi test dari Depok ke Jakarta (bisa bantu hitung nggak berapa habisnya? anggap saya naik kereta dari depok)*maaf gak ngerti kalau ongkos kereta*
  6. Biaya makan. Okelah mungkin saya tak perlu mengeluarkan biaya makan karena saya bisa numpang makan dirumah kakak
  7. Setelah dari Jakarta, ada lagi biaya yang harus saya keluarkan. yaitu ongkos transport dari bandara Sultan Mahmud Badarudin 2 Palembang ke rumah. Jika naik taxi Rp. 55,000. Jika naik Ojek Rp. 20.000 (dari Bandara Palembang tidak ada bus untuk ke kota)
  8. Diluar biaya-biaya diatas, belum lagi harus membawa oleh-oleh untuk teman. Biasanya dari Jakarta saya suka membawakan sekotak dunkin donuts seharga Rp. 60,000. Di Kota pempek Palembang ini walaupun ada J.Co dan BreadTalk, tapi dunkin donuts gak ada.

done !
Hitung sendiri berapa ongkos yang harus saya keluarkan hanya untuk melamar sebuah pekerjaan yang belum tentu diterima.

Lalu bagaimana dengan pelamar-pelamar yang berasal dari Pontianak ? dari Medan ? dari Bengkulu ? dari Irian ? Berapa biaya yang harus mereka siapkan untuk sebuah lowongan pekerjaan ?

*negeri yang suram*

garuda pancasilaKenapa Pemerintah selalu tidak pernah peduli dengan hal-hal semacam ini ? kenapa mereka tidak peka bahwa rakyat Indonesia ini masih sangat banyak yang miskin ? Atau Mereka lupa bahwa kaum rakyat jelata juga berhak untuk memperoleh pekerjaan yang layak ? ( Pasal berapa ya di UUD 45 )

Sekali ini, jujur saya sangat KECEWA. Terbayang wajah-wajah  fresh graduate S1 dan D3 di daerah yang tak seberuntung  dengan lulusan-lulusan mahasiswa di tanah Jawa.


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?




77 Comments to “Kenapa Harus di Jakarta ?”

  1.   lischantik | October 23rd, 2008 at 04:43

    Klo lilis ga salah inget *moga bener* bbrp waktu lalu ada brita di tv sbuah instansi pemerintah membuka peluang penerimaan pegawai baru. Daptar dan tesnya lewat internet ya onlen gitu. Jadi S1 dan D3 di pelosok negri bisa lah ikut melamar. Smua tak ada yg gratis jadi wajar jika para pelamar mesti terpaksa ngeluarkan dana demi hal tsb. Klo jauh dr internet paling tdk harus nyiapain dana ke kota pp untuk ke warnet juga makan dan dll. Perjuangan itu tak ada yang semudah membalik telapak tangan.

    setuju lis..
    hidup memang tak semudah membalikkan telapak tangan ya

  2.   Yulis | October 23rd, 2008 at 05:21

    Wah sepertinya mbal Lies lagi esmosi nich.. :wink:
    komentar.. ? ga..? komentar..? ga..? komentar ah siapa tahu berhadiah lagi… hi hi :P

    Saya masih ingat berapa banyak uang yang saya keluarkan untuk melamar pekerjaan setelah lulus kuliah. Tidak sedikit juga walaupn saya tinggal di Jawa mbak Lies. Jadi semua memang butuh biaya dan perjuangan.

    Terimakasih mbak and take care

    wekekeke… blog saya kok jadi identik dengan blog berhadiah ya mbak :D

  3.   ATM Tukang | October 23rd, 2008 at 05:53

    Kenapa harus kerja di BUMN?
    jaminakah?
    Mending jadi tukang aja.
    weks..yg bikin mahal biayanya tuch oleh2-nya kak :D

    tukang nulis nih, jadi blogger :D

  4.   zfly | October 23rd, 2008 at 05:55

    Tanya ken-napa? :D

    Gimana ya kalo test nya sekali2 dipusatkan di p. Bangka. Setuju lies? :mrgreen:

    jangan dong kak. kasian yang jauh-jauh.
    yang paling bijak adalah melaksanakan test di banyak wilayah.
    terutama di masing-masing wilayah penempatan. :)

  5.   harmanto | October 23rd, 2008 at 05:57

    Wuih…Mbak kesal sama Jakartanya apa sama BUMNnya? :)

    Mestinya zaman sudah canggih gini, proses seleksi bisa dilangsungkan secara online kalau ndak salah Deperindag sudah menerapkannya.

    Iya, kalau jadi datang ke Jakarta hati-hati Mbak..lagi ada razia KTP.. kan bisa dianggap pendatang baru :D

    Kakak di Margonda yach, wah bisa mampir nih.. o.. iya..hitungan biayanya ada yang kurang.. : Oleh-oleh kalau mampir seharga Rp. 1000000 :D

    saya kesal sama persayaratannya mas :D
    ngapain takut kena razia KTP, secara saya ini kan anak Sultan ^^

  6.   Kaka | October 23rd, 2008 at 06:00

    sy pikir banyak persyaratan karena peme…rintah jg ingin memajukan slah satu bumn nya contoh beli materai 5 lumayan tuh pos kebagian untungnya ..TAPI. itu hanya bikin muak pelamar. ~ easy jg manusia ~ http://www.asephd.co.cc

    saya memang manusia mas hihihi..
    tapi dalam hal ini saya tak ada niat melamar kok. saya hanya berandai-andai jadi pelamar

  7.   harmanto | October 23rd, 2008 at 06:02

    Ada yang kelewat, dari Pasar Minggu ke Depok jgn naik Ojek, naik angkot coklat M03/M05 atau bis Miniarta coklat atau Sukmajaya kuning ongkonya sekitar Rp. 3000,-

    Kalau ke Pelindo yg di Jakarta Utara naik Bis aja dari Depok PPD 81 jur. Depok Tanjung Priok ongkos sich dulu (sblm BBM naik) Rp. 6000. mungkin skrg Rp. 8000,-, nah dari Tj. Priok mungkin naik angkot/bis cuman sekali hanya ndak tahu naik naik angkot no. brpnya.

    Kalau naik kereta dari St. Depok, pakai Depok Express AC turun st. Kota ongkos sekitar Rp. 11000, nah dari stasiun kota mungkin naik angkot 1 ato 2 kali.

    Pernah sich ke kantor Pelindo beberpa kali tapi dlm rangka dinas kantor..itu juga pake mobil dinas..tinggal tidur duduk.. nyampe deh kantornya :D

    sip. informasinya lengkap banget. akurat kan ini mas ?
    tapi saya ga berani naik angkot sendirian di jakarta :D
    ga ada nyali

  8.   Nike | October 23rd, 2008 at 06:29

    Ya udah, ga usah ke Jakarta aja, di Palembang aja :D

    ya deh :mrgreen:

  9.   depz | October 23rd, 2008 at 07:21

    menyebalkan ya lies?
    aku dulu punya pengalaman gt.
    bolak balik Bali-Lombok sampe 4x tahapan tes di salah 1 BUMN. Udah ngabisin tenaga, biaya dan pikiran. Ehh yg lulus bukan yang nilainya terbaik. Yang lulus hanya seorang yang merupakan “kroni” BUMN tersebut
    sucks!!!!!

    yeah… dan itu masih nyata terjadi di banyak perusahaan BUMN :)

  10.   anty | October 23rd, 2008 at 07:23

    yach itulah salah satu kesuraman indonesia, apa2 selalu dipusatkan di ibukota. Jadi harusnya pemerintah tdk menyalahkan siapa2 kalau skrng ibukota penuh sesak.

    betul juga ya ?
    Pemerintah pusat silahkan ngaca lagi kenapa jakarta sesak nan kumuh

  11.   ezZa | October 23rd, 2008 at 07:28

    bnr2 scuk ya…

    tanya kenapa…

    @ warmorning
    “hmm saya malah makin protes, kalo ibukota di palembang, makin jauhhh dimato !! :D”

    mau protes sama sapa loe…???

    Abang war protesnya sama saya za.. :D

  12.   dandoenk | October 23rd, 2008 at 07:33

    sependapat tuh ! lumayan, skrng pendaftaran dah secara online…. tp kalo tes biasanya masih di tingkat pusat minimal di region masing2. Tapi kalo aku baca pengumuman yg nyebutin tempat pelaksanaan tes harus di luar propinsi atau malah di pusat (Jakarta)…. OGAH !!
    mending gak usah ikut…..

    selain itu kan prosentase lulus juga masih sangat kecil..
    jadi hanya buang2 ongkos :D

  13.   warmorning | October 23rd, 2008 at 07:34

    ..mendukung protes easy… !!
    mereka memang beruntung,
    tapi ya itu, sudah ada internet, masih aja tes kesono-kemari, saya juga mau test sekolah lagi kan jadinya susay *curcol*
    pestablogger juga dijakarta :D ,
    tapi, itulah, jakarta kan ibukota, sentral sgalanya,
    kita mah ‘kepaksa’ ngikut aja
    dan juga konsenkuensi negara kepulauan,
    sudahlah,, mungkin ada hikmah lain di luar semua itu,
    sabar yaaa, tarik nafasss
    ….
    eh KRL depok-jakarta kota yg ekonomi Rp.3500 :D

    hmm saya malah makin protes, kalo ibukota di palembang, makin jauhhh dimato !! :D

    *tarik nafas dalam-dalam*..
    eh, kalo ibukotanya di Palembang… indonesia bakal berganti nama jadi Republik Pempek hihihihi

  14.   hedy | October 23rd, 2008 at 08:38

    jangan-jangan ada ” konflik pribadi ” jika mendengar yang namanya jakarta …..

    ga ada kok. cuma ngerasa ga nyaman aja dengan ibukota. terlalu kontras. banyak yang orang gedongan, lebih banyak juga yang gelandangan disana :D

  15.   uni | October 23rd, 2008 at 08:51

    hmmm, klo udah rezekinya ga masalah mau testnya di jakarta, mau testnya via on line… pasti dapet qo kerjaan itu :D

    bersyukurlah kita yang sudah memiliki pekerjaan ya uni :)

  16.   Yogi | October 23rd, 2008 at 08:52

    untung aja saya di jogja
    hehehe
    adem ayem madeb manteb slaman slumun slamet
    Tata tentrem titi raharja
    sego sakepel pangan bareng
    wedang sasacething ombe bareng

    hahahahaha

    ra nggenah kie … maaf STRESS MODE ON

    waduh.. mas yogi kalo udah stress aneh2 wae hahaha..
    ngopi dulu mas, mungkin bisa ngilangin beban sejenak :D

  17.   emfajar | October 23rd, 2008 at 09:05

    krl depok-jakarta..
    naek diatas atap kereta aja gratis :D

    gak deh. makasih :D

  18.   anny | October 23rd, 2008 at 09:07

    Yup!!! Setuju juga nih, kenapa harus di Jakarta semua hal hal penting? Daerah lainpun layak dan banyak SDM yang berserakan di seluruh Jagad Nusantara ini ya.
    Tapi kalo prospeknya bagus gak ada salahnya ikutin aja kan bisa balik modal :)

    sebenernya masih banyak cara lain untuk mereka melaksanakan test.
    teknologi udah canggih gini, tapi masih aja dengan cara konvensional :D

  19.   Ranny | October 23rd, 2008 at 09:15

    iya…kenpa semuanya harus di Jakarta.Konser, kerja, dll kenapa mau di Jakarta.kan udah sesak

    makanya banyak yang asma :mrgreen:

  20.   ruanghati | October 23rd, 2008 at 09:37

    hehehe wes .. sabar …sabar …

    emang sih seharusnya gak gitu, tapi mungkin ada hal-hal yang significant yang tidak bisa dilakukan di luar daerah. Tapi tetap terasa tak adil yah buat sahabat-sahabat yg berada diluar Jakarta. Mengeluarkan uang “derita” sebegitu besar hanya untuk test. Tapi yakin deh mereka pasti banyak yg dateng, malah kadang ada yang sama ngutang-ngutang .

    Eh baca yg no. 8 , jadi inget ..iya emang sodara-sodoraku di Aceh, setiap ke Jakarta atau ada orang Jakarta yg mo ke Aceh selalu minta di bawain Dunkin Donuts . Gak mau yang lain cuma donat yang Dunkin katanya ….

    kalau saya pulang ke bangka juga yang dibawa cuma dunkin donuts dan pizza hut :D

  21.   husin | October 23rd, 2008 at 09:49

    penuh perjuangan bangat ya lies, tapi siapa tahu ketemu jodohnya tar di jakarta…..
    klo k jakarta silahkan mampir ke rumah lies. bebas biaya deh…

    wakakaka.. jodoh ?
    saya ga ada niat ke jakarta kok :)

  22.   alfin | October 23rd, 2008 at 09:50

    aku juga protes..kenapa harus dijakarta..
    yakin aku gak kuat kalau naik bis seharian harus kena ac..duch aku dukung kamu..

    naek kapal laut aja fin :D

  23.   Alex | October 23rd, 2008 at 10:06

    sabar mbak..sabar….ntar ada lagi kesempatan

    thanks ya udah komen diblog sy
    sy ijin link blognya ya

    kesempatan ? maksudnya ?
    maaf, saya udah nyaman di sini :)
    saya hanya miris bagaimana nasib yang lainnya. bukankah BUMN harusnya memikirkan cara lain juga utk tes. toh penempatan kerjanya ga cuma di jakarta kok.
    silahkan di link blognya.

  24.   azlankadir | October 23rd, 2008 at 10:16

    easy girl….beneran nih mau ngelamar kerja,
    okay, nanti malam saya suruh superman jemput kamu, tunggu aja dirumah jangan bimbang easy, free (gratis) tak harus pusing2 ngitung duit, malah dapat duit, kenapa? karena kamu superstarnya…ha..ha..ha..

    wekekeke… siapa juga yang mau lamar kerja Bang, cuma berandai2.
    btw, supermannya ditunggu ya :)

  25.   latree | October 23rd, 2008 at 10:30

    sudahlah, ndak usah ke jakarta
    adem ayem aja di daerah…

    oh, itu penempatan kerjanya ga cuma jakarta kok, di daerah2 lain juga.
    saya sih masih adem ayem di daerah.

  26.   duapuluhsenja | October 23rd, 2008 at 11:40

    mampir ke bogor ya, kalo itung2annya dipraktekin..

    keknya gak deh.
    lha ga ada niat ngelamar kok :D

  27.   Pakacil | October 23rd, 2008 at 12:05

    Mungkin Pelindo dan institusi lainnya di negeri ini harus belajar kepada sejumlah departemen yang telah melaksanakan tes di tiap-tiap propinsi.

    Jika tidak ada perwakilan di satu propinsi, mungkin bisa kerja sama dan minta bantuan dengan instansi terkait di daerah atau dengan Pemerintah Daerah. Saya yakin tidak sulit bagi Pemerintah Daerah untuk membantu menyediakan fasilitas tempat, dan lainnya untuk pelaksanaan. Kecuali gengsi untuk melakukan kerja sama!

    Konsekuensinya memang ada sedikit penambahan biaya, tapi ini masih masuk akal dan sesuai dengan kian tingginya peluang SDM berkualitas yang akan didapatkan. Dengan catatan khusus, TIDAK ADA MARK-UP biaya pelaksanaan.

    ah, ini yang saya suka dengan Pian. selalu memberikan sebuah solusi yang positif. dan apa yang Pian tulis itu memang tidak sulit untuk dilaksanakan.. tinggal bagaimana BUMN nya lagi. mau atau enggak… :)

  28.   nina | October 23rd, 2008 at 12:09

    aq setuju ma pendapat pakacil
    kerjasama dgn instansi terkait di
    daerah kecuali k-lo BUMN tsb gengsi
    ato ingin dianggap bergengsi,tp k-lo aq jd teman easy yg di palembang sana dunkin donutsnya pasti paling ditunggu2

    waaa.. teman yang jahat ! :D

  29.   herdianto | October 23rd, 2008 at 12:34

    Allah itu sudah menyebarkan rezekinya di muka bumi ini dengan merata, tinggal kita aja yang nyarinya mau nggak.

    Gak musti ke Jakarta?

    Klo lies bisa ke Lampung aja sih, gimana?

    betul memang Allah sudah menyebarkan rezekinya.
    permasalahan disini adalah para BUMN itu yang sering memusatkan semua test di jakarta.
    coba lihat pendapat bijak dari Pakacil.. bukankah itu sebuah solusi cerdas untuk bangsa ini ?
    kalau sekedar rezeki, jadi tukang becak juga bisa :)

  30.   pinky | October 23rd, 2008 at 12:36

    Kenapa harus jakarta …
    Kalo gitu ngga usah kejakarta ….
    Mending di palembang aja … hehehehe

    iya, dan memang belum ada niat ke jakarta. jakarta itu hanya tempat transit kalo saya mau ke kota lain di pulau jawa :D

  31.   mikekono | October 23rd, 2008 at 12:55

    Itulah konsekuensi sikap Pemerintah yg tak konsisten
    katanya sudah otonomi daerah,
    ternyata msh sentralistik dan Jakarta oriented
    *melamar memang butuh biaya,
    klo dilamar cukup bermodal
    ‘kutang barendo’ dan senyum dikulum*

    hahahaha…
    ini udah lain ya Bang persoalannya…
    melamar kekasih ^^

  32.   okta sihotang | October 23rd, 2008 at 12:58

    murah amat 900 rb dari jakarta-palembang PP dah termasuk airport tax ??

    yang sabar ya lies..

    bah ! murah kau bilang ??
    uang segitu bisa untuk makanku 3 bulan :mrgreen:

    memang harus sabar menyikapi berbagai kasus seperti ini. untungnya saya udah ga cari-cari kerja lagi ^^

  33.   kampret | October 23rd, 2008 at 13:12

    TIDAK SEMUA DEPARTEMEN melakukan TEST HANYA di JAKARTA…..

    memang tidak semua mas kam..
    tapi perbandingannya sangat sedikit.

  34.   DUNG.. | October 23rd, 2008 at 13:19

    iya tuuh..murah amat surat ket bebas narkoba di jkt mah Rp.200rb-an

    wajarlah mahal kan ibukota :D

  35.   perdi | October 23rd, 2008 at 13:25

    surat keterangan bebas narkoba di jakarta Rp.150 ribu mbak lies, kanteb khan??

    iya tapi kan yang udah tinggal di jakarta ga perlu keluar ongkos lagi untuk hal lain2 :)

  36.   mohamad handy | October 23rd, 2008 at 13:44

    kadang persyaratan hanya kedok, biasa… untuk menyusahkan orang lain, akhirnya yg berada dipusat juga yang akan diterima….subur ya…KKN Kita…

    terlalu sering dipupuk Bang, jadinya tumbuh subur ^^

  37.   mexsum | October 23rd, 2008 at 13:55

    yang penting niatnya dulu mau kerja enggak…kalau mau kerja perlulah sedikit pengorbanan…..

    ya kalau niat jelas dong. siapa sih anak bangsa yang ga pengen dapat kerjaan ?
    pengorbanan SEDIKIT ? itu kalau si orang tsb tinggal di pulau jawa. ke jakarta ga perlu ngeluarin ongkos banyak. ini kan permasalahan untuk anak daerah :)
    bagi orang yang kurang mampu nilai segitu tentu bukan lagi terbilang sedikit mex

  38.   Ananto | October 23rd, 2008 at 13:59

    Jika anda penduduk luar Jakarta melamar pekerjaan di Jakarta akan mengalami pengusiran oleh Tramtib Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

    kalo orang jakarta sesuakanya mo kemana ? :P

  39.   Bang Kumis | October 23rd, 2008 at 13:59

    SETUBUH..eh..SETUJU..!!! Bang Kumis yang tinggal di Bali seringkali males kalo disuruh test di Jakarta..karena Bang Kumis gak punya sodara di sana…biaya mahal… Pemerintah ngira Jakarta adalah satu2nya kota impian di Indonesia yang wajib dikunjungi….

    laen kali bole bang numpang dirumah kakak saya kalo ke jakarta :D
    tinggal hitung2annya dengan saya nanti hihihih

  40.   Ananto | October 23rd, 2008 at 13:59

    Jika anda penduduk luar Jakarta melamar pekerjaan di Jakarta akan mengalami pengusiran oleh Tramtib Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan operasi Yustisi.

    ah tinggal telpon orang tua saya.. otomatis langsung dibebaskan :P

  41.   darma | October 23rd, 2008 at 14:05

    kalau memang berkualitas, kenapa harus melamar ke bumn?
    dijamin, sehebat apapun orangnya, kemampuannya ga akan bisa tersalurkan.

    karna terpaku oleh sistem ?

  42.   Gelandangan | October 23rd, 2008 at 14:08

    Pesta Blogger kok diadain di jakarta mulu juga yah
    Salam kenal

    nanti datang ga ke pesta blogger ?
    salam kenal juga..

  43.   yans | October 23rd, 2008 at 14:10

    Itu akibat adanya lagu “Ke Jakarta aku kan kembali….”
    balik lagi dah,..rame2 ke jakarta..hee..hee

    regards

    yans
    http://yans.blogdetik.com

    bawa2 tetangga dan sanak saudara…

  44.   imoet | October 23rd, 2008 at 14:12

    mending yach mbak sy sarankan cari kerjaan di palembang aja blm tentu di jakarta diterima, bukan??
    kerja di Palembang atau Jakarta sama aja tujuannya cuma satu kok cari uang……

    gitu ya.
    tujuan finalnya memang balik2 ke duit ya

  45.   tohir | October 23rd, 2008 at 14:22

    Yup… renungan yang baik sekali? “Kenapa HARUS DI JAKARTA?” Sementara jakarta sudah terlalu bising dan menyesakkan…

    :) Oh.. mengapa harus JAKARTA?

    selain bising, jakarta juga suka banjir :D

  46.   Astrajingga | October 23rd, 2008 at 14:23

    Nah ini salah satu mis manajemen.
    Gmana urbanisasi ke jakarta meningkat?
    Dan juga ketidakadilan.

    *tarik nafas panjang..

  47.   duljoni | October 23rd, 2008 at 14:25

    memang harus di lantak nih Jakarta …brengsek , selama ini duit daerah ngalirnya ke Jakarta saja, dan lebih brengseknya lagi 80 persen peredaran duit Negara ya di kota busuk itu ….

    semoga jakarta cepat HANCUR !!!!

    sabar..sabar..
    jadi ketawa sendiri baca komen ini :D

  48.   ayay | October 23rd, 2008 at 14:33

    Udah nggak usah jadi PNS mba easy,,
    jadi bloger aja udah tenar ko..secara tulisannya mb easy aja sering jadi blog pilihan di detik.com…(fansnya kan dah banyak hehe)

    makasih ya..
    sama2 kok, tulisan2 ayay juga asik2 untuk dibaca

  49.   Encep | October 23rd, 2008 at 15:12

    Hehehehe,………….
    Susah2 cari kerjaan mendingan ke t4 aku nih (P. Bangka) kite rame2 ngumpulin biji timah… setuju,…………

    wew..
    ka orang bangka juga ok?
    same pun kek ku..

  50.   liesamban | October 23rd, 2008 at 15:15

    gak boleh terlalu ekstrem gitu..marahin juga acer kenapa gak bisa ngasih monitor gratis, salahin juga stmik gak ngasih biaya kuliah gratis ama sdm2 yg suka disiplin ilmu tersebut..marahin kenapa gak buka cabang di seluruh daerah di indonesia ini, marahin juga warnet yg gak gratisin maen diwarnetnya, salahin juga garuda ama merpati knp gak bebasin biaya ticket dan ngejemput kita dengan gratis..kita tinggal tunggu aja di bandara dikota kita masing2.
    jika semua harus gratis..negara ini bisa hancur, krn harus mengsubsidi semua keinginanmu. kalo semua gratis gak akan ada perputaran rupiah di negara kita ini..kalo kita lemah secara ekonomi, negara kita ini bisa diserang dari berbagai sisi. apa kita harus ngutang lagi di lembaga moneter dunia cuma karena rakyatnya ingin semua mudah dan gratis..trus kita ngebayar hutang tersebut pake apa lagi.
    kan udah dikasih tau..pahami makna bela negara, jaga indonesia..jaga lambang tersebut, seburuk buruknya itu negara kita, malu kalo negara lain harus tau aib kita ini..
    udah..ambil wudhlu aja !

    bukan soal gratisnya Bang yang jadi kemauan saya

  51.   orangbijak | October 23rd, 2008 at 15:54

    Makanya mbak, jangan ke Jakarta..
    Lebih baik duit segitu banyak digunain buat modal buka usaha…
    syukur - syukur usahanya berkembang, bisa nyari tenaga kerja baru, berarti mbak bisa buka lapangan usaha kerja…

    iya deh mas.
    mending buka usaha ya, dan membantu menciptakan lapangan kerja :)

  52.   winmit | October 23rd, 2008 at 16:08

    Ya, kenyataan yang ada memang begitu.
    Terkadang mereka memang lebih memprioritaskan tamatan dari Jawa …………….. kacian banget deh awak yang dari Medan ini :(

    loh Abang bukannya di jakarta ?

  53.   damalyk | October 23rd, 2008 at 16:32

    maaf baru mampir lagi..

    emm emg gitu ya ??
    wduww wduww

    mencari kerja itu memang tidak mudah ya..

    he eh. butuh yang namanya keberuntungan ^^

  54.   Anjari Umarjianto | October 23rd, 2008 at 16:41

    aku baru tahu, ternyata begini kalau lies marah! mending minggir dulu ahh :)

    wehehehe,,,
    jadi malu dibaca sama orang tua..
    maaf mas, tulisannya terlalu emosi ya ? :D

  55.   suzan | October 23rd, 2008 at 16:51

    yapppp…. kenapa mesti di jakarta, lagian pusing kenapa semakin banyak orang yang silau dengan ibukota tersebut, buktinya adikku gak betah en rela balik lagi ke palembang

    jakarta itu paling asik untuk tempat orang menghambur-hamburkan uang aja zan :D

  56.   namada | October 23rd, 2008 at 17:18

    betul bgd..setuju teh!
    yah begitulah,msalah2 besar aja gk becus nanganin, apalagi yang kecil seperti ni..entahlah!

    karna itu mada musti jadi orang besar.. spy bisa melakukan perubahan terhadap bangsa ini. ya nak ?
    *hayyah.. serasa orang tua :D

  57.   grubik | October 23rd, 2008 at 18:48

    hidup anak daerah..!!!

    hidup juga anak jakarta..!!!

    hidup blogger

  58.   kipram | October 23rd, 2008 at 18:58

    itu bread talk produksi pt apa mas, saya kerja di sebuah pt di banten, salah satu prod nya bread talk

    waduh kurang tau nama pt yang memproduksi. yang saya tau cuma rotinya enak2 :D

  59.   David Pangaribuan | October 23rd, 2008 at 18:58

    Saya sangat setuju dengan Judul kenapa harus di Jakarta ?, tidak semua mempunyai kemampuan dan kesempatan untuk ke Jakarta ?, apakah Bibit2 potensial daerah tidak akan punya kesempatan yang sama ? hanya karena faktor ekonomi semata ?, Ironis sekali ini terjadi di negara yang sudah Merdeka 63 tahun. Lapangan pekerjaan sangat terbuka lebar dan tidak semata hanya menjadi aparatur pemerintah, banyak perusahaan swasta besar yang melakukan seleksi di kantor cabangnya (mengirimkan tenaga penguji kedaerah), Kemajuan IT yang sangat pesat akan sangat membantu … bila dikatakatan untuk menghindari KKN ya gunakan panitia Pusat dan Independen. Masalah utama “berikan kesempatan yang sama bagi setiap pencari kerja di negri ini. Mengenai persyaratan .. saya kira itu tidak menjadi terlalu masalah, sah2 saja user menetapkan persyaratan kepada calaon tenaga kerjanya. Anyway thanks ya telah berkunjung di blog saya  http://igoman.blogspot.com)

    iya Bang igo, padahal putera daerah itu biasanya memiliki dedikasi tinggu dalam bekerja :)

  60.   liesamban | October 23rd, 2008 at 19:10

    barusan kontak lgsung dgn lies, ternyata yg di maksud adalah penuntutan sebuah efektifitas, minta dipermudah sebuah proses perekrutan #(marah2 dan sampe nangis lagi krn mempertahankan argumen dia dan tuntutan kpd yg terkait untuk sebuah tuntutan efektifitas)#

    *ini sebenernya masalah sebuah sistem, dan kita tidak bisa semena-mena mau minta sebuah sistem dirubah krn menuntut sebuah efektifitas, contoh kasus internet ini adalah sebuah efektifitas (itu benar), krn semua dunia bisa ada dalam kotak kecil ini..ok benar..internet adalah sebuah efektifitas, tapi untuk mendapatkan sebuah efektifitas internet itu juga melalui sebuah sistem kan? lha gimana nggak..saya harus ngidupin dulu motor butut ini dan perlu waktu 5 menit untuk nyampe ke warnet, setelah main di warnet saya harus bayar bebannya, trus pulang..
    berarti untuk mendapatkan sebuah efektifitas saya harus melalui serangkaian sistem dulu kan agar dapat itu efektifitas tadi. Dimana saya harus jalan dulu pake motor..waktu dijalan 5 menit dan setelahnya bayar, dan setelah bayarpun saya harus pulang, pun mengalami sistem yang sama lagi seperti saat saya menuju ke warnet tadi. ok saya harus beli sendiri pc atau laptop trus ke telkom ngurus koneksinya (itu juga sistem), itulah sistem yang harus dilalui untuk dapet sebuah efektifitas, kalo saya mau efektifitas dan kepraktisan mungkin lebih sangar lagi dari lies..maunya saya seperti lampu aladin..gosok2 trus dapet sebuah pc/laptop beserta servernya langsung tanpa sebuah perjalanan sistem, biarlah jin aladin itu aja yang menjalani sistem..saya enak2 aja.
    BUMN juga setara kan dengan departemen, kalo BUMD tingkat kota/kabupaten atau propinsi tentunya udah ada pos sendiri2 dari APBD, dan jelas mereka bertanggung jawab dengan kepala daerah masing2.
    kayak departemen perhubungan ya jelas dia punya NIP pusat, tapi untuk di didaerahkan ada dinas perhubungan dan memake NIP lokal, karena kenapa..ya karena otonomi daerah. masa kita harus menghapuskan sistem otonomi daerah..sedangkan rakyat sendiri yang menuntut sebuah otoritas dan gak mau terpusat.
    ya kalo BUMN pusat punya punya alokasi pengadaan pegawai..ya dia sendiri lah yang ngadain proses, masing2 kan udah punya pos2 dana sendiri, ada APBN ada APBD, kalau tidak berikan aja perwakilan2 BUMN tersebut sebuah otoritas. berarti kita ntar pegawai BUMN daerah (ada gak ya BUMN DAERAH), sedangkan pemprop dan pemkot-pun punya BUMD, dari nama aja udah beda tentulah beda pula sebuah sistem..BUMN milik negara..huruf MD pada BUMD-pun adalah milik daerah.
    kalo mau jujur saya juga gak mau dengan sistem ijab kabul, dimana harus mengucapkan ijab kabul sembari salaman dengan ortu cewek atau walinya..maunya sih langsung nikah aja tanpa harus melewati sebuah proses atau sistem ijab kabul, tapi ya gimana lagi..untuk nikah ya harus melewati sistem itu dulu, ya jalani aja. apa harus saya ngomong sama penghulu “pak saya gak mau pake ijab kabul..karena lambat dan nyusahin, karena saya mau yang praktis2 aja dan efektif2 aja” (saya bakal ditendang lah ama camer dan pelaminan di obrak abrik),
    gimanapun intinya pusat dan daerah punya otoritas sendiri, karena otoritas itulah maka adanya masing2 membuat sistem..ya kan, gak dikasih sebuah otoritas ntar lagi2 demo..demo lagi.
    Mungkin juga kenapa sampe BUMN itu ngadain seleksi tanpa minta bantu perwakilan,bisa jadi juga itu cara meminimalisir sebuah kecurangan, kita gak tau kan maksud baik orang..lagi maksud baik aja belum tentu hasilnya baik pula.
    ya udah..buat negara sendiri aja, dengan sistem kita sendiri juga mam !

    ……… ga tau harus bilang apa……….

  61.   paluhlimbuy | October 23rd, 2008 at 19:54

    Sabar atuh neng…

    smile…

  62.   ciwir | October 23rd, 2008 at 20:52

    khan katanya jakarta itu pusat. jadi apa2 pengen-nya dipusat. biar keliatan keren gitu…, katanya.:D

    masuk akal juga alasannya :mrgreen:

  63.   thevemo | October 23rd, 2008 at 21:08

    makanya waktu aku pernah disuruh wawancara mendadak ke jakarta gak mau..alasanterlalu mepet. padahal rugi diongkos..ya kalo di terima.

    hihihi.. sama seperti yang sering saya alami dulu

  64.   ichanx | October 23rd, 2008 at 22:27

    lah, kerjaan yang dilamar kan kantor pusatnya di jakarta… ya mo gimana lagi? *tidak memberi masukan positif* hehehe

    *timpuk ichanx pake es batu*

  65.   rizky | October 24th, 2008 at 05:42

    maaf jika isi pesan berikut mengganggu aktivitas kamu.. apa kamu mau blog kamu terkenal?aku cuma mau kasih tau aja, ada sebuah situs social bookmarking yang berisi kumpulan berita-berita menarik yang paling update diseluruh indonesia,dan memang situs ini berbasis bahasa indonesia… klo nggak keberatan tolong cek situs ini yah.. semoga bermanfaat..

    http://www.lintasberita.com/Hiburan/Bagaimana_cara_meletakkan_blog_anda_di_posisi_nomor_satu_1_Google

    coba di share aja semua tulisan km di situs itu ,mudah2an bisa membantu naikkan traffic blog ini ,keep up the good post ok.. btw.. ever thought bout adding lintasberita’s widget?? cek disini aja yah

    >>> http://www.lintasberita.com/tools.php

    thanks…. sory klo keliatannya spamming.. but seriously… im just helping you out here

    rasa rasanya saya sudah puluhan kali menerima komentar ini..
    tapi ga apalah. saya tampilkan :)

  66.   lebihbijaksana | October 24th, 2008 at 05:46

    Jalan hidup seseorang sudah ditentukan oleh yang kuasa. Setiap kesulitan yang tidak bisa dilewati menunjukan itu bukan jalan yang harus kita tempuh.
    Jangan memaksakan diri, bila suatu jalan sudah disiapkan, maka jalan itu akan mulus seperti jalan tol :D

    Salam kenal

    komentar bijak.. terimakasih ya

  67.   1nd1r4 | October 24th, 2008 at 06:56

    Kalau buat tes akhir ke jakarta mungkin masih gpp, tapi kalau baru seleksi awal aja udah disuruh kesana ya berat. Aq pernah ikutan tes deplu….tes-nya di jakarta…ongkosnya bikin tongpes deh…

    he eh. ini baru test awal doang harus ke jakarta. blm lagi lolos test ke dua harus balik lagi ke jakarta.. duh..

  68.   Eko Madjid | October 24th, 2008 at 13:04

    Bener bgt tuch mbak. Harusnya departemen2 pemerintah or BUMN mikiran juga nasib para pelamar di daerah. Tapi untungnya ga semua kayak gitu. Beberapa instansi seperti Bank Indonesia, tesnya di masing2 daerah. Memang semua butuh pengorbanan mbak. Berjuang terus mbak….

    yupi.
    itulah yang saya maksudkan mas.
    kalau ternyata bakal penempatan di daerah juga, kenapa harus hanya test di satu tempat jakarta doang ?

  69.   wi3nd | October 24th, 2008 at 14:55

    nDa tertarik mba..;)
    biasanya seeh foRmalitas duanks,sebenernya suda ada yan9 masuk bawaan..katana be9onoh heheh

    ya udah..
    wi3nd mending ngeblog aja ya :D

  70.   andana | October 24th, 2008 at 14:58

    Semua itu butuh pengorbanan neng Lies…klo ga ada perjuangannya n pengorbanannya mana asik…ayo semangat….tp untuk menjadi orang besar tidak harus hidup dikota besar…kembangkan potensi diri dimana anda berada…:)

    thanks jan :)

  71.   janu | October 24th, 2008 at 17:21

    he sama..aku hampir mau lamar..tapi semua tes dilakukan di jkt..ampyun deh…gak jadi akhirnya

    eh kirain dirimu di jakarta loh…

  72.   redova | October 25th, 2008 at 00:07

    “kok ga ada artis yang komentar yah???”

    mungkin karena indonesia itu = Jakarta kali yah…
    walau penempatan mungkin akan dibagi keseluruh indonesia, tp cuma jakarta yang paling Mudah menemukan Alamatnya: kita tinggal…

    KETIK : REG_JAKARTA_PELINDO KIRIM KE 021021

    pasti dikasih tau alamatnya: he…he…

    mungkin penyelenggara berpikir akan lebih mudah koordinasinya jika di pusatkan pada satu tempat.SIALnya,jakarta kepilih lagi jadi tempat paling mudah buat mereka (bukan buat pelamar(???)).Bukan salah jakarta loh…mungkin sudah nasib menjadi warga negara yang bukan warga jakarta.Butuh Pendidikan yang cukup,Tekad yang bulat dan biaya yang ga sedikit untuk berjuang dijakarta.Dari kecil saya tinggal dijakarta.Pernah ngamen, ngojek payung,jadi calo,kenek buat membiayai pendidikan saya sendiri.Tp Berbahagialah kalian, kebanyakan pejabat atau orang penting dinegeri ini tidak terlahir di kota “laknat” jakarta.Jd masih banyak kesempatan buat kalian sedang “kami”(warga jakarta asli) harus terpinggir dari kota kelahiran kami sendiri.PISS…ah

    piss juga… *piss nya masih tetep pake 2 jari kan ya? :D

  73.   AriefDJ™ | October 25th, 2008 at 10:20

    goodluck, Lis.. take it easy ajah.. Berjuanglah, nak.. Semangatz.. Meski mungkin memang sepertinya gak adil dengan ‘model’ test seperti itu, tapi emangnya sejak kapan hidup ini harus adil ? he he.. adil kan kalo mau ber-istri lebih dari 1.. oooops…

    wew..
    tak akan mendoakan mas arief mo beristri lagi. !!!

  74.   kompibututz | October 30th, 2008 at 11:47

    yang jadi pertanyaan balik adalah :
    ‘Kenapa harus kerja di Pemerintahan?’
    Apa karena jadi PNS or Karyawan BUMN memberikan jaminan sosial yg lebih baik?
    Apa karena jadi PNS or Karyawan BUMN memberikan kesejahteraan yang lebih baik?

    bagi gwe seh, jaminan sosial dari mana?? baru masuk PNS (yg lulusan s1) ajah, baru menerima renumerasi 1,8 jt..
    Ga sebanding tuh ma biaya kuliah…
    Kalo ngelihat “oknum-oknum” sebelumnya yg bekerja di Pemerintahan, tapi boleh dikata sejahtera.. Apa ga sebaiknya dipertanyakan ttg kesejahteraannya?
    Kalo pemikirannya biar ga di PHK? Hanya orang2 yang ga percaya dengan skillnya yg meyakini itu..

    Tapi, kalo tujuan kerja di Pemerintahan buat memajukan negara ini (dalam artian tidak KKN, dan bekerja profesional).. it’s ok lah..

    tujuannya ???
    mmm.. apalagi kalo bukan pengen kerja ringan, santai, bolos ga masalah, dan gaji lancar :P

  75.   Pwdmmh | November 20th, 2009 at 04:02

    Hi! mKsxlOF

  76.   viagra barato | December 7th, 2009 at 21:48

    Hi, yhLSeNJA viagra barato

  77.   Phentermine | December 10th, 2009 at 19:57

    Hi, lcURhHkz Phentermine

Leave a Comment