Ketimun Bungkuk

Budaya September 18th, 2008

Semuanya pasti sudah tahu kan dengan buah Ketimun?

what? masih ada yang ga tau ketimun? wadow.. sana ke pasar dulu deh. Mencari ketimun gak sulit kok,  ia biasanya diletakkan disebelah sayur sawi atau terkadang disebelah sayur bayam. halah saya kok hafal ya 4-3.gif

Baiklah, lupakan dulu untuk pergi ke pasar. Saya ingin mengenalkan salah satu karya musik dari Palembang. Judulnya Ketimun Bungkuk. Iramanya bergaya sumsel banget (mendekati dangdut T_T). Lagu ini bercerita tentang seseorang yang menganalogikan dirinya memiliki nasib sama seperti nasib sebuah ketimun bungkuk.

kenapa harus ketimun ? *bertanya para bloggers*

karena ketimun yang bentuknya bengkok/bungkuk memang selalu terbuang. Ia hanya dibiarkan tergolek dibawah timbangan. Sama sekali tak pernah masuk hitungan. sementara ketimun2 yang bentuknya bagus selalu dipilih untuk masuk dalam timbangan. Ketimun bungkuk pun merasa tersisih 2.gif. Jangankan untuk masuk dalam sebuah hidangan, dalam timbangan aja ia tak pernah.

cucumber.jpgiya kan?. coba deh perhatiin saat kita membeli ketimun. pasti kita memilah-milah mencari yang bentuknya bagus. saat kita menemukan ketimun yang bentuknya bengkok/bungkuk, yang ada hanya kita cuekin. kalaupun tuh ketimun kita pegang, pasti hanya bikin kita tertawa, lalu kita letakkan kembali dan menyingkirkannya untuk mencari ketimun lain yang bentuknya panjang dan lurus *ops, ini soal ketimun beneran ya. jangan dianalogikan dengan benda yang lain icon_mrgreen.gif*

Nahh, si ketimun bungkuk ini merasa bedaaaa banget nasibnya dengan ketimun lain. Ia selalu dicaci orang, tak pernah ada yang memilihnya. pun dia merasa kawan-kawannya tak ada yang sudi menoleh. Ia tersisih, memikirkan nasibnya yang malang, dan ia tak tahu lagi harus kemana*sigh*

lalu apa yang terjadi dengan si ketimun? apa ia lantas bunuh diri?

oh tidak kawan, di penghujung lagu ada seseorang yang mengingatkannya supaya jangan bersedih.  Dan tak perlu kuatir karena esok hari ayam akan tetap berkokok. *kenapa ayam ya? 4-3.gif*.  Disitu juga dibilang bahwa segala isi alam ini tentu ada duanya, kalaulah ada malam maka pasti ada siangnya.

begitulah kira2 isi lagu ini. Pesan moralnya : saat kita tersisih, saat kita merasa nasib kita tak seindah kawan lain, janganlah berputus asa.

#ditujukan untuk teman yang semalam menelpon minta dicarikan psikiater. Allah tak akan memberi cobaan diluar kemampuan umat-Nya. Percayalah… 64.gif#

penasaran dengan lagu ketimun bungkuk? sila download disini. filenya ga berat kok, hanya 1,769 KB.

plurk of the day: easy [suka] lagu-lagu daerah se tanah air Indonesia





72 Comments to “Ketimun Bungkuk”

  1.   easy | September 18th, 2008 at 23:19

    Nanti denger lagunya ga perlu sambil joget-joget ya, karena lagu ini gak cocok untuk dibawa sambil goyang ngebor, goyang kayang, goyang gergaji, apalagi pas goyang2 gitu hanya bertopang pada satu kaki. Jatoh nanti :)

  2.   yaswill | September 18th, 2008 at 23:34

    maklum mungkin mantan pedagang sayur jadi tau tempatnya…kik….kik…kik….

    yang penting halal kan :)

  3.   nurasto | September 19th, 2008 at 00:16

    Ketimun Bongkoknya di obral donk jadinya hehehe :), masih ada yang mau beli kok kalau lagi kepepet hahaha.

    seribu tiga

  4.   cumamirip | September 19th, 2008 at 00:39

    saya pesen sekilo neng :D

    mau dianter kemana kang timunnya ini?

  5.   edi koto | September 19th, 2008 at 01:07

    Nampaknya yg punya blog ini orang Minang, karena istilah ketimun bungkuk cuma ada di daerah Minang sana. Ketimun bungkuk itu nasibnya sial, masuk keranjang tapi tidak masuk hitungan. Tapi zaman sekarang, karena harga ketimun mahal dan susah didapat, yang bungkukpun laku dijual.

    saya ga bukan orang minang. juga bukan orang palembang.
    tapi saya suka lagu lagu daerah

  6.   trikora | September 19th, 2008 at 03:34

    Terkadang apa yang menurut kita baik buat kita, belum tentu baik menurut-Nya. Terkadang pula apa yang menurut kita tidak baik buat kita, justru baik menurut-Nya. Selalu-lah berprasangka baik terhadap takdir-Nya.

    100% setuju :)

  7.   emfajar | September 19th, 2008 at 04:03

    searasa di pasar nih banyak sayur :lol:

    pasar bringharjo :D

  8.   lischantik | September 19th, 2008 at 04:18

    *merenung & mengingat2* sekali waktu lilis pernah dech ngalami hal ibarat “ketimun bungkuk” dulu…yach dulu waktu kanak2. Yup tuhan pasti udah memilihkan yang terbaik untuk qta. Tapi ada kalanya perlu juga “psikiater” tuk menganalisa apa yg terjadi pada diri qta. Ke psikiater tak slalu berkonotasi “negatif”

    memang. kan saya ga melarang dia ke psikiater :)
    tulisan diatas hanya ingin menguatkan dia bahwa Allah itu tak akan memberi cobaan diluar kemampuan umat

  9.   utchanovsky | September 19th, 2008 at 04:23

    nasihat yang bagus, simply but “jleb”

    semoga saya juga mampu bertahan ketika diterjang masalah :)

  10.   Yulis | September 19th, 2008 at 04:26

    Sebuah perumpamaan sederhana tapi sangat indah untuk dijadikan nasehat. Seperti lagu lagu melayu dan lagu lagu daerah lain di Indonesia. thanks

    thanks mbak yuli..
    lagu2 daerah memang sarat makna :)

  11.   FaNZ | September 19th, 2008 at 04:40

    Di minang jg ada istilah itu mbak. Ato bhs minangnya Antimun Bungkuak. Biasanya sih di pake buat kiasan

    kiasan negatif ato positif?

  12.   Rita | September 19th, 2008 at 06:25

    Perumpamaan yang bagus. sederhana tapi sarat makna
    Ingin melatih diri agar bila mengalami “timun bungkuk” tidak langsung mundur….

    sama mbak. saya juga selalu belajar untuk bisa tabah dan ikhlas :)

  13.   uni | September 19th, 2008 at 07:11

    wuiiih postingannya sahabat easy selalu unik :D

    terimakasih uni..

  14.   namada | September 19th, 2008 at 07:23

    hihi..namanya lucu ya, baru pernah denget, ketimun bungkuk..:D
    semoga bisa mengilhami saia agar tetap semangat dan bersyukur..:)

    itu bukan nama atuh.
    itu tuh ketimun yang bentuknya ga lurus, agak2 bengkok

  15.   Riky Kurniawan | September 19th, 2008 at 07:29

    Ketimun biasanya dipotong kecil² kalo disajikan,kalo udah gitu ga ketahuan mana yang bungkuk dan mana yang lurus,

    iya :D
    apalagi kalo udah dicampur dalam gado-gado

  16.   Bang Salman | September 19th, 2008 at 08:18

    Memang banyak manusia seperti buah Ketimun, luarnya halus, gampang tergores namun dalamnya bersih…

    Banyak orang yang dari luar tutur katanya halus, namun gampang tergores emosi, namun hatinya sebersih ketimun…

    Jadi utk orang orang yang bertipe seperti buah Durian, harus ingat2 kalau ngomong ya, ada org yang juga sperti buah ketimun…

    Soalnya orang tipe durian itu luarnya saja kasar, perkataannya suka menyinggung namun hatinya pasti sebersih durian…

    Bang Salman

    wah jadi tipe2 orang berdasarkan buah2an ?

  17.   arief | September 19th, 2008 at 08:23

    ehm, mao nanya pernyataan “opps ini soal
    ketimun beneran yach jangan dianalogikan
    dengan benda lain” maksudnya apa non?tapi sempet kepikiran juga sich….:-)

    hihihihi…

  18.   husin | September 19th, 2008 at 08:42

    Wah…kapan bisa melihat Easy bergoyang ya….

    saya selalu bergoyang setiap hari.
    sekalipun yang bergoyang hanya jemari diatas kibot heee

  19.   anny | September 19th, 2008 at 08:44

    Subhanallah…..apapun yang diciptakan Allah SWT selalu bermakna dan jadi inspirasi, termasuk dari sebuah ketimun bungkuk ya? Sebuah hiperbola yang mampu membesarkan hati orang yang tersisih,tulisanmu selalu dinanti De!

    Alhamdulillah mbak kalo bisa membesarkan hati walau hanya via tulisan.
    tulisan mbak anny juga selalu dinanti kok :)

  20.   warmorning | September 19th, 2008 at 08:59

    tambah hari, kian bijak kaw, makin bangga saya :D

    kan belajar dari abang tuh. eh, om ;)

  21.   harmanto | September 19th, 2008 at 09:00

    Kok blon pernah lihat yach timun bongkok seperti apa? Coba ada gambarnya :) Yang aku tahu khasiat timun itu salah satunya untuk menurunkan tekanan darah tinggi..silahkan dicoba :)

    ketimun juga berkhasiat untuk muka berjerawat :)

  22.   julie | September 19th, 2008 at 09:19

    koq aku ga pernah perhatiin ya kalo timun ada yang bongkok perasaan semuanya sama aja hehehe

    waa.. pasti hanya lihat ketimun yang udah dipotong2 ya

  23.   ilham | September 19th, 2008 at 09:28

    Perasaan lagu KETIMUN BUNGKUNG asalnya dari Jambi deh…. lagu itu dah lama saya dengar ketika masih umur belasan tahun… dan kebetulan emang saya waktu itu tingal di jambi.. saya tanya emak saya.. katanya emang dari jambi… tapi gak tau juga sih… kok ada yang bilang dari palembang, bahkan dari minang.. jauh banget melencengnya… coz saya ini keturunan minang jga… kayaknya bukan dari minang… dari bahasanya yang ada dilagunya bukan bahasa minag tuch…

    wakakakak.. ilham protes.
    maaf bung, sudah terlanjur posting. soalnya selama di palembang saya sering dengar lagu ini di radio

  24.   wi3nd | September 19th, 2008 at 09:56

    bedeeehh..samPe apaL 9ituh LeTak siTimun..
    seRin9 beLi yakh hehehhe..
    wach..nda bisa donlot neeh..:(
    jaDi ya nda bisa den9erIn….

    iya daLam hidUp ini seLalu beRpasan9an..

    ada siang ada malam. ada bulan ada matahari

  25.   goncecs | September 19th, 2008 at 09:58

    menurutku Timuun dangat bagus buat lalap !!!
    ama sambelll (he he kok malah gak nyambung)

    sambelnya sambel terasi :D

  26.   dandoenk | September 19th, 2008 at 10:05

    dalam pribahasa jawa ada “Timun Wungkuk jaga Imbuh”, timun bungkuk hanya untuk jaga-jaga untuk tambahan… kalo maknanya ya hampir sama dengan yang udah diulas di blog ini.

    :)

  27.   kishandono | September 19th, 2008 at 10:10

    Bungkuk apa bengkok? ato malah bangkok.

    sama aja bengkok dan bungkuk kl untuk ketimun :D

  28.   ruanghati | September 19th, 2008 at 10:12

    d aceh ada minuman yang namanya i timun (air ketimun), enak buat buka puasa. Jadi emang kalo udah di potong-potong gak ketahuan lagi deh bongkok apa gak …hehehe …

    Sederhana tapi artinya dalam banget.
    Keep posting dear ….

    salam

    jadi pengen nyoba seperti apa rasanya.

  29.   Indah Sitepu | September 19th, 2008 at 10:17

    neng… hari gini apa aja laku kok
    apalagi diobral hehehehe

    peace :P

    iyah, seribu tiga tadi itu :D

  30.   tonosaur | September 19th, 2008 at 10:23

    hmmm.. bingung timun yang bagus itu yang gimana yah..
    hhhmm..

    ketimun yang tidak benyek

  31.   maskoko | September 19th, 2008 at 10:34

    Pas berangkat kejambi hari senin kemarin di dalam travel saya dengerin lagu ini, dan terbersit juga untuk bikin postingan tentang ketimun bungkuk, tapi ternyata udah ada yang posting duluan :D
    Hidup itu ga’ selalu lurus, terkadang ada bengkoknya, saat kita memilih timun yang lurus sesungguhnya kita sudah bisa memilih bahwa jalan kita harus mencari jalan yang lurus (halal/diridhoi) menuju kebaikan, sementara jalan yang tidak lurus (haram) jangan di ikuti.

    Satu Kosong ! hehehee

  32.   andivan | September 19th, 2008 at 10:40

    pesan moral yanga bagus… puasa2 gene kalo buka enak juga makan timun berasa dingin-dingin gitu kali ya. *itu mah timun suri ya* :P

    masih lama oiii buka puasa

  33.   arhiest182 | September 19th, 2008 at 11:08

    hehehe

    Pesan dari ketimun

    “si kancil anak nakal
    suka mencuri ketimun”…

    hwheheheh

    nah ini dia kancilnya
    *kabur… :D

  34.   anty | September 19th, 2008 at 11:56

    timun enak lho…apalagi dengan sambel terasi *lalapan dan himpunannya*. mungkin emang nasib benda2 yang beda dg bentuk aslinya…kadang mendapatkan perlakuan tidak adil. ini bukan cuman di timun aja….

    namun tak perlu bermuram durja disaat mendapat perlakuan yang tak adil

  35.   pimbem | September 19th, 2008 at 12:02

    whuaaaaa aq udah download dan dengerin lagunya… palembang banget… jd kangen nih, thanks lagunya ya :lol:

    btw aq izin ngelink ke sini yaaaa

    ngebayangin ada yang sedang berjoget-joget dengerin lagunya :D
    silahkan di link.. ntar saya link balik juga ya..

  36.   Gelandangan | September 19th, 2008 at 12:08

    kok dikatakan ketimun bungkuk yah padahal jenisnya aja enggak terlalu bentuk membungkuk kok ???

    wew. trus nyebutnya apa dong, ketimun 1/2 bunkuk?

  37.   sonyssk | September 19th, 2008 at 12:10

    Di Minang istilahnya Timun Bungkuik, saat pembeli dan penjual bertransaksi, timun dihitung satu-satu masuk goni, timun bungkuk masuk juga, tapi tidak masuk hitungan (tidak ikut dibayar). Kalau di Karo (sumut) ada istilah Belo la Ertangke (daun sirih tidak bertangkai) dia ikut dalam ikatan tapi tidak ikut dalam hitungan (menetapkan jumlah lembar daun sirih dalam satu ikat, dengan menghitung tangkai daunnya).
    Kalau anak muda zaman sekarang mempunyai istilah sendiri : nggak masuk rekap.

    hahahaa.. apa saya juga ga masuk rekap? :D

  38.   gratis | September 19th, 2008 at 12:27

    wah enak dong makan ketimun :D

    timun kok makan timun kang
    *kaburr…

  39.   Nike | September 19th, 2008 at 12:32

    Blom pernah denger walo la di Palembang sejak lahir. Kayaknya emang bukan lagu Palembang deh.

    ah pasti ga pernah denger sriwijaya FM deh.
    Itu memang bukan dari Palembang, tapi dari sumsel :)
    katanya sih lahat atau mana gitu..

  40.   Suzamar | September 19th, 2008 at 12:56

    padahal biar bongkok tuh ketimun kalo dimakan rasanya ga beda ya?

    he eh. sama2 ketimun

  41.   klikrupiah | September 19th, 2008 at 13:08

    lagi tobat kali

    tobat kan perlu

  42.   alfin | September 19th, 2008 at 13:20

    ketimun memang buah yang penuh ambigu

    kok bisa ambigu? :D

  43.   ika | September 19th, 2008 at 13:27

    woh makna na dalem ya.. saya suka mentimun banget2, apalagi buat temen makan nasgor dan bakmie goreng,,hmm yummy!

    selain timun saya juga suka tomat
    lho.. malah ngomongin makanan :D

  44.   udinkoxx | September 19th, 2008 at 13:29

    apapun bentuk ketimunnya mo bungkuk kek mo lurus kek
    pastinya tetep enak apalagi klo dimakan bareng kerupuk hehehe sib

    kerupuk mana nyambung sama ketimun om :D

  45.   zfly | September 19th, 2008 at 13:40

    hohoho… jd makna ketimun bungkuk = yg merasa terbuang yah..
    Hemm… meskipun bungkuk, itu ketimun tahan lama loh :mrgreen:
    *apalagi taroh dlm kulkas*

    hanya bertahan seminggu doang kak.

  46.   dee | September 19th, 2008 at 14:03

    analogi yg bagus.. kocak sih, abs timun gitu loh.. bungkuk pula.. sy jd ketawa sndiri.. sbnrnya biarpun bungkuk, rasanya ttp sama kan.. so, jangan segitu mindernya sm timun yg lurus ya :D

    hahaha.. ^_^

  47.   hakim | September 19th, 2008 at 14:24

    Emangnya, kalau ketimun bungkuk dianalogikan dengan benda lain kenapa? :P

    tergantung dianalogikan ke mana..
    kalo di palembang, bentuknya bisa disamakan dengan pempek lenjer :D

  48.   afwan auliyar | September 19th, 2008 at 14:31

    wew keknya bagus lagunya ….

    ketimun itu rada mirip dengn yg laen …..
    jd harap2 jagn salah tafsir … (hayo apa coba … :D )

    terong bisa :D

  49.   diorockout | September 19th, 2008 at 14:53

    kayak gambar..

    gambar apa?

  50.   mikekono | September 19th, 2008 at 15:34

    setelah tau filosofi timun bungkuk ini
    gw jadi bersikap optimis
    dan yakin bs meyakinkan si dia

    sip.. optimis itu memang perlu bang

  51.   1nd1r4 | September 19th, 2008 at 16:31

    dengerin di youtube, lebih mirip qasidahan menurutku :) . Namanya hidup ada ups and downs nya, Allah punya rencana terbaik buat kita yang jalannya seringkali tak kita duga. bener bgt ktamu Allah ga akan ksi cobaan dilur btas kmampuan kita

    iya memang kental sumatera nya

  52.   apip | September 19th, 2008 at 16:58

    hei….makasih atas commentnya…..
    ya nih kangen banget ma yayang and kampung…..
    heeeeeee………lam kenal ya……
    gimana caranya masukin photo ke profil blog ni ya kok gak mau dah aq coba……..
    mbak dah berapa lama gak pulkam????

    lam kenal juga :)

  53.   M | September 19th, 2008 at 17:23

    heheeehe……
    pulkam bw timun ya

    hehehe, jauh2 mudik masa bawa ketimun

  54.   achoey sang khilaf | September 19th, 2008 at 19:24

    Hehehe
    kau emang pintar mengambil tema :)

    lebih pinter yang ngasih komen :)

  55.   cantigi™ | September 19th, 2008 at 20:35

    bagus setelah makan sate, buat netralisasi karbon.. ^_^

  56.   NaTaLie | September 19th, 2008 at 20:41

    Biar bungkuk tetep ketimun and bisa dimakan kan?? yang g bisa dimakan tuh ketimun busuk kan????
    Atau ada lagi “ketimun2″ yg lain ????? *hm…saya tidak tahu yg itu”

    ketumun apa itu yang lain?
    nah sampe salah ngetik ketimun :D

  57.   suhadinet | September 19th, 2008 at 21:14

    Biar gak masuk timbangan, ketimun bungkuk bisa menghibur. Kepegang saja sudah bikin easy senyum. Ha.ha..

    masa’ megang ketimun bisa senyum2 ?

  58.   manusiasuper | September 19th, 2008 at 21:33

    Bungkuk tapi seksi?

    hah? seksi dari hongkong? :D

  59.   yhadee | September 20th, 2008 at 02:59

    ketimun bukannya istilah kalo orang bulan madu,, :D heee itu “cat in moon” :D

    honey moon

  60.   Wisnhu_Ajie | September 20th, 2008 at 04:40

    Biar bungkuk tapi tetap ketimun tak perlu berkecil hati. Kalo pun ketimun bungkuk tidak ada gunanya pasti Tuhan tidak akan menciptakan ketimun yg bungkuk. Jadi semua pasti sudah menjadi kehendak Tuhan. Pasti sudah ada tujuan dari penciptaan timun bungkuk.

    Segala sesuatu yang Tuhan ciptakan pasti ada maksdunya ya

  61.   Ney | September 20th, 2008 at 05:18

    Salam
    haiyah gw punya kaset and CD-nya lumayan enak tuh, lagu jambi kan?
    gw juga hapal lagu plus cengkok sumateranya he..he..
    sumpah gw suka tuh, satu lagi gw suka Bucehai kasih..

    iya katanya sih yang asli dari jambi.
    tapi yang saya upload ini yang sudah gubahan palembang

  62.   sandy | September 20th, 2008 at 12:16

    baru denger deh…

    judulnya kok lucu yap..

    unik judulnya

  63.   ronynz | September 20th, 2008 at 13:29

    mbak Easy(Isi), smoga ketimunnya cepet laku. dan semoga zakatnya menjadi zakat yang ihlas dan bermanfaat.

    amin..
    eh eh, siapa yang jual ketimun??

  64.   rangga | September 20th, 2008 at 21:52

    h m m m timun yaaa??? kalo timun suri sama ibu suri apa bedanya?? :D

    beda dong. yang satu timun yang satu ibu :D

  65.   nomaden | September 21st, 2008 at 02:49

    timun goreng ada nggak ya ?? ato timun bongkok goreng ??

    belum pernah makan timun goreng saya pak :D

  66.   tukang_atm | September 22nd, 2008 at 07:16

    puasa2 kok bicara timun ya…? klo timun sory asik tuch dibulan puasa.
    tapi timun banyak kegunaanya lho
    biar bongkok kan msh bisa dibikin acar.
    semoga sukses ya jualannya biar bisa buat THR-an

    jualan apa bos?

  67.   janu | September 22nd, 2008 at 22:06

    wahhhh timunnya gedeeeee…apa di zoom aja ya :D

    keknya sih asli :D

  68.   nuun | September 26th, 2008 at 22:39

    nimbrung ah! moga gak basi.
    Sy pernah di radio muterin lagu ini.
    Yang saya tau ini lagu daerah jambi. Karena memang bahasa yang digunakan juga sama dengan lagu-lagu jambi lainnya seperti : Muaro Bungo, Baliklah, dll.
    Memang sarat pesan di dalamnya.

    iya.. memang banyak yang bilang ini asli jambi. hanya saja disadur ke bahasa sumsel

  69.   goiq | September 27th, 2008 at 03:51

    oowww ini lah sumbel bebalanyo si iam samo lies…gyahahahaha…tp la damai ye sekarang..mungkin buat yg belom pernah denger, sering2 bae dengeri di 94,3 Sriwijaya FM. gyahahahaha…

    iya qoiq.. lagu ini cocok untuk diambil pesan moralnya :)

  70.   monic | November 14th, 2008 at 17:03

    tenang masih ado uong nak meli ketimun bungkuk..

    walaopun cak mano itu timun nak di mkn jg…

    hu uh…

  71.   Ketimun bungkuk emang lagu jambi,..Ad yg lbh bgus jdlny mutiara berkesan...Lam knl all gw orng jambi | November 16th, 2008 at 15:13

    Lam knl all.Gw orng jmbi

  72.   AHMAD | June 27th, 2009 at 14:32

    KETIMUN BUNGKUK BOLEH BERSEDIH TAPI JANGAN SAMAPAI IA MELUPAKAN POTENSI DIRINYA ;))

Leave a Comment